Pemprov Prioritaskan Benahi Fasilitas Puskesmas se-Kalteng

id pemprov kalteng, puskesmas se kalteng, prioritas

Hardy Rampay Penjabat Bupati Gunung Mas, Hardy Rampay. (FOTO ANTARA Kalteng/Ronny NT)

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Asisten II Setda Kalimantan Tengah, Hardy Rampay menyebutkan adanya program prioritas tahun 2018 dalam pembenahan berbagai fasilitas Puskesmas yang tersebar pada 14 kabupaten/kota se-Kalteng.

Sesuai kebijakan Gubernur Kalteng agar masing-masing Puskesmas yang tersebar di provinsi ini wajib memiliki seorang dokter untuk mendukung pemenuhan pelayanan kesehatan, kata Hardy di Palangka Raya, Rabu.

"Kita mengakui bahwa dari 250 lebih puskesmas tersebar di provinsi ini, bukan hanya fasilitasnya masih minim namun juga ada yang tidak memiliki dokter sehingga perlu segera dilakukan pembenahan," ucapnya.

Dikatakan, penambahan tenaga medis itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarkat. Sebab, keberadaan dokter di Puskesmas memiliki peranan penting dalam mengawal kualitas kesehatan masyarakat.

Tak hanya itu, menurut hardy, dengan adanya dokter di tiap Puskesmas akan membuat sebaran tenaga kesehatan menjadi merata di seluruh wilayah Kalteng, sehingga diharapkan pemerataan bisa terpenuhi mulai dari perdesaan, daerah terpencil, hingga kawasan perkotaan.

?Ini tentunya menjadi motivasi bagi pemerintah terkait pemenuhan tenaga dokter ini. Jadi nantinya kalau sudah ada dokter, pemerintah bisa menuntut pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan ini,? tambahnya.

Asisten II Setda Pemprov Kalteng ini menegaskan akan terus berupaya meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan. Bahkan sektor ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah di tahun 2018 nanti.

Selain itu, anggaran yang dikucurkan untuk bidang kesehatan juga menjadi yang diutamakan pemerintah.

Sarana dan prasarana hingga keberadaan tenaga kesehatannya menjadi perhatian pemerintah. Ini semua sudah diperhatikan, dengan dijadikan sebagai salah satu prioritas dan dukungan anggaran, demikian Hardy.

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar