Legislator : Hasil Reses Harus Jadi Acuan APBD

id DPRD Palangka Raya, Anna Agustina Elsye, reses dewan

Legislator : Hasil Reses Harus Jadi Acuan APBD

Legislator Palangka Raya, fraksi Gerindra, Anna Agustina Elsye. (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Anna Agustina Elsye mengatakan, hasil reses dewan harusnya menjadi acuan dalam penganggaran serta disinkronkan dengan hasil Musrenbang yang dilakukan eksekutif dan tercermin pada APBD.

"Hasil reses dewan juga perlu diakomodir karena isinya aspirasi masyarakat. Selama ini program pembangunan didominasi berasal dari eksekutif tanpa mengakomodasi kepentingan dan hasil reses yang kita lakukan," katanya di Palangka Raya, Senin.

Dia mencontohkan, salah satu usulan reses yang belum direalisasikan oleh pemerintah kota seperti peningkatan kualitas jalan di Jalan Sisingamangaraja.

"Contoh di Dapil saya. Di Jalan Sisingamangaraja sudah kami usulkan perbaikan jalan yang berlubang sejak tiga tahun lalu, tapi sampai sekarang tidak direalisiasikan," katanya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya ini pun merasa malu karena seolah-olah usulan masyarakat tak pernah diakomodir.

"Berkalli-kali kita telah usulkan. Kita jadi malu terhadap masyarakat karena seolah-olah wakilnya hanya diam saja. Sudah kami usulkan tapi saat keluar di RKA dan RAPBD hilang dan tidak ada hasil. Jengkel juga rasanya," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya mencoba memahami kondisi pemerintah kota yang anggarannya terbatas.

Pernyataan tersebut diungkapkan anggota Komisi A DPRD Kota Palangka Raya ini usai sidang paripurna pembukaan masa sidang pertama 2018.

"Terkait hasil reses. Usulan yang paling banyak disampaikan masyarakat ialah terkait peningkatan infrastruktur baik jalan, drainase dan pendidikan," katanya.

Anna pun meminta pemerintah kota dapat meningkatkan koordinasi dengan jajaran legislatif selaku mitra kerja sehingga proses pembangunan yang dilaksanakan semakin merata.

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar