Polres Bartim Koordinasi ke Mabes Polri Terkait Kasus Ini

id Polres Bartim, kasus persetubuhan, Mabes Polri

AS (19) warga Desa Magantis, Kecamatan Dusun Timur tertunduk sesaat setelah ditangkap Satreskrim Polres Bartim, Jumat (05/01/18). (Foto Antara Kalteng/Habibullah )

Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) - Kepolisian Resor Barito Timur, Kalimantan Tengah kini berkoordinasi dengan Mabes Polri di Jakarta terkait penanganan kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan AS (19) warga Desa Magantis Kecamatan Dusun Timur terhadap Bunga (15 tahun, bukan nama sebenarnya) 

"Ini karena ada perekaman video dan diduga beredar luas. Untuk itu kami berkoordinasi dengan Mabes Polri," kata Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan SIK melalui Kasatreskrim AKP Andhi Kurniawan SIK di Tamiang Layang, Senin.

Menurutnya, konten isi video serta perpindahan file video dari handphone tersangka berinisial AS. Hal ini diperlukan saksi ahli Informasi dan Transmisi Elektronik (ITE).

Permasalahan ini dianggap serius karena korbannya adalah anak dibawah umur. Kasus ini pun akan melibatkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara serta Instansi lain yang berkaitan terhadap anak.

AS kepada Antara Kalteng mengaku sakit hati terhadap Bunga yang memutuskan cintanya tanpa ada permasalahan. AS mengajak Bunga kembali berpacaran, namun ditolak.

"Sakit hati karena ditolak," lirih AS.

AS mengaku telah lama berpacaran dengan Bunga dan memiliki hubungan spesial. 

Sakit hati sang pujaan hati dengan pria lain, AS tidak terima.

"Saya mengaku salah," aku AS.


Informasi dihimpun, video layak sensor itu sudah beredar di group Whatsapp. Takut bermasalah, videonya pun dihapus 

"Pernah melihatnya, tapi saya tidak minta. Takut kalau berurusan hukum," kata  salah satu warga Bartim Amat (25).

Menurutnya, video itu dilihatnya melalui pesan WA salah satu temannya. Takut berurusan hukum, Amat tak berani meminta video itu.

Sepengetahuannya, AS dan Bunga memiliki hubungan spesial yakni berpacaran. 


Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar