Banjir Rendam Tiga Desa di Kotawaringin Timur

id banjir kotim,bpbd kotim,parenggean

Banjir Rendam Tiga Desa di Kotawaringin Timur

Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Parenggean masih cukup tinggi pada Selasa (9/1/2018). (Foto Jurnalis Warga)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Banjir kembali merendam puluhan rumah di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, akibat hujan deras yang terjadi beberapa hari sehingga membuat sungai meluap.

"Berdasarkan informasi dari Pelaksana Tugas Camat Parenggean, ada tiga desa yang terkena bencana banjir musiman ini, yakni Desa Bajarau, Manjalin dan Barunang Miri. Menurut informasi camat, air di tiga desa itu perlahan naik," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringim Timur, HM Yusuf melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Sutoyo di Sampit, Selasa.

Data sementara pihak kecamatan, saat ini banjir merendam 67 rumah dan satu sekolah di Desa Bajarau dan Desa Barunang Miri. Banjir cukup dalam dan dikhwatirkan terus bertambah karena saat ini saja banjir mencapai 150 cm dan air masuk ke dalam rumah.

Banjir ini sudah terjadi selama tiga hari namun baru dilaporkan ke BPBD untuk segera ditangani. Rabu pagi, tim reaksi cepat yang dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, HM Yusuf akan turun ke lokasi banjir untuk membantu para korban.

Banjir ini merupakan banjir susulan terjadi dalam dua pekan ini. Sebelumnya banjir terjadi di desa Iain yakni Desa Tumbang Koling, Pantai Harapan dan Sungai Ubar Mandiri Kecamatan Telaga Antang. Banjir di kawasan ini sudah berangsur surut.

BPBD menurunkan tim reaksi cepat untuk memastikan langsung kondisi di lapangan. Tim juga ingin memastikan agar korban banjir mendapat pelayanan dengan baik dan tidak sampai telantar.

"Hujan masih sering turun sehingga dikhawatirkan banjir masih akan terjadi. Atau, banjir bergeser ke kawasan hilir atau daerah yang lebih rendah. Mudah-mudahan saja intensitas hujan menurun," kata Sutoyo.

Sutoyo mengimbau pemerintah kecamatan dan desa untuk proaktif dan tanggap jika terjadi bencana serta terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir juga diimbau selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir.�



Pewarta :
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar