Kenakalan Remaja Kotawaringin Timur Sudah Memprihatinkan?

id DPRD Kotim,sinar kemala, kenakalan remaja, tawuran pelajar, neglem

Kenakalan Remaja Kotawaringin Timur Sudah Memprihatinkan?

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kotim, Sinar Kamala. (Istimewa)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sinar Kamala menilai tingkat kenakalan remaja di daerah itu sudah memprihatinkan.

"Saya katakan memprihatinkan karena tindakan mereka sudah di luar ambang batas kewajaran, yakni mulai dari fenomena `ngelem` hingga ke arah tindak kriminal seperti tawuran antarremaja yang menggunakan senjata tajam," katanya di Sampit, Minggu.

Menurut Sinar, kenakalan remaja Kotawaringin Timur membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius, baik itu dari orang tua, sekolah, aparat kepolisian maupun pemerintah daerah.

"Persoalan ini harus ditangani dan dipecahkan bersama. Kenakalan muncul karena kurangnya pemahaman, terutama dalam mencari jati diri," katanya.

Sinar mengatakan, masalah ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah bersama orangtua, guru dan sekolah ke depannya.

Dia meminta agar orang tua selalu mengontrol anak-anaknya selama berada di rumah maupun di luar rumah supaya setiap perilaku anak terpantau dan diketahui.

Sekolah juga diminta untuk kembali menguatkan akidah dan akhlak siswa, agar tidak terjerumus ke hal negatif yang ujungnya merugikan siswa itu sendiri.

Kejadian tawuran antar pelajar dan munculnya geng itu salah satu gejala sosial yang mesti diredam bersama, baik itu guru, orang tua dan lingkungannya. Jangan sampai berkembang.

"Pemerintah melalui Satpol PP harus rutin mengawasi kawasan yang bisa dijadikan ajang bolos sekolah dan nongkrong terutama saat jam belajar. Masyarakat juga harus proaktif karena itu sudah jadi tanggungjawab bersama," ucapnya.

Dengan adanya peran semua pihak mengawasi kenakalan remaja diharapkan dan mencegah tawuran maupun tindak pidana lainnya seperti penyalah gunaan obat-obatan terlarang. 



Pewarta :
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar