Pemkab Barut deklarasi stop buang air besar sembarangan

id pemkab barut,Hendro Nakalelo,stop buang air besar sembarangan

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barito Utara, Hendro Nakalelo memberikan vaksin kepada anak di Desa Benao Kecamatan Lahei Barat, Rabu (14/2). (Foto Dinas Kominfo dan Persandian Barut)

Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah menggelar deklarasi stop buang air besar sembarangan dan buang air sembarangan nol di Kecamatan Lahei Barat.

Kegiatan tersebut bersamaan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat Kecamatan Lahei Barat yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barito Utara (Barut) Hendro Nakalelo di Desa Benao Kecamatan Lahei Barat, Rabu.

Dalam deklarasi stop buang air besar sembarangan (SBS) dan buang air sembarangan nol (Basno) dilakukan penandatanganan komitmen, penyerahan sertifikat SBS dan Basno perwakilan dari Desa Papar Pujung serta pemberian vaksin pada balita yang diberikan dua kali dalam setahun di Februari dan Oktober.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barut Hendro Nakalelo mengatakan penyelenggaraan Musrenbang sebagai perwujudan pelaksanaan amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Melalui Musrenbang secara formal membicarakan rencana-rencana prioritas pembangunan yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran serta prioritas yang dilaksanakan pemerintah.

Dengan dilaksanakan kegiatan Musrenbang kecamatan, diharapkan perangkat daerah di lingkungan Kabupaten Barito Utara segera membuat Rancangan Rencana Kerja (Renja) dengan menyerap sebanyak mungkin usulan prioritas yang masuk.

"Diharapkan Musrenbang Tahun 2018 dapat menghasilkan usulan-usulan prioritas kegiatan untuk 2019 yang mampu membawa kemajuan desa di Kabupaten Barito Utara ke arah yang lebih baik, sebagaimana yang diharapkan bersama," kata Hendro.

Camat Lahei Barat, Kastanto, menyampaikan rekap usulan Musrenbang 2018 meliputi Desa Karamuan, Benao Hulu, Benao Hilir, Teluk Malewai, Papar Pujung, Jangkang Lama, Nihan Hulu, Nihan Hilir, Jangkang Baru, Luwe Hulu, dan Luwe Hilir yang sebagian besar prioritas usulan setiap desa lebih banyak dari sektor perbaikan jalan dan jembatan.

"Usulan tersebut untuk mempermudah akses jalan menuju desa ke desa sehingga nantinya akan berdampak juga pada faktor ekonomi masyarakat menjadi lebih baik," ujar Kastanto.

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar