Penyaluran bahan baku PDAM di Bartim terancam terhenti? ini masalahnya

id Bartim,Jebolnya embung Sirau,tamiang layang,PDAM Bartim

Kondisi Embung Sirau di Desa Haringen, Kecamatan Dusun Timur jebol. Mengalami disfungsi sebagai penahan air. (Foto Antara Kalteng/Habibullah)

Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) - Jebolnya bendungan atau Embung Sirau di Desa Haringen, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalteng berdampak pada tidak terjaminnya ketersediaan air baku untuk PDAM setempat.

Direktur PDAM Bartim, Hendroyono mengatakan, dampak jebolnya Embung Sirau yakni ketersediaan air baku untuk PDAM Bartim selaku perusahaan daerah yang mengelola air bersih menjadi tidak terjamin.

"Untuk memenuhi air bersih, PDAM Bartim jadinya harus lebih berinovasi agar air bersih tetap mengalir," kata Hendroyono, Senin.

Menurutnya, jebolnya Embung Sirau mengakibatkan disfungai pada tidak tertampungnya debit air. Air tidak bisa tertampung air di hulu embung dan terus menurunnya debit air.

Dipredeksi pada musim kemarau, ketersediaan air baku yang minim memaksa PDAM untuk lebih berinvoasi agar air bersih tetap bisa diterima pelanggan.

Debit air yang rendah berakibat juga pada terhentinya penyaluran bahan baku air PDAM. Oleh karena itu, PDAM Bartim memasang pompa intex di hilir embung.

"Dampak lain dari jebolnya Embung Sirau yakni pada melonjaknya biaya operasional," katanya.

Dampak pemasangan pompa intex mengakibatkan meningkatnya biaya operasional PDAM untuk biaya listrik.

Biaya listrik untuk pompa intex mencapai Rp30 juta per bulan. Jadi dalam satu tahun, PDAM harus mengeluarkan biaya sekitar Rp360 juta untuk biaya listrik saja.

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar