Tolong! Karnita butuh uluran tangan dermawan

id Pulpis,bocor ginjal,desa bahaur,Karnita

Tidak ada biaya pengobatan, Karnita hanya bisa terbaring dan berharap uluran tangan dermawan. (Foto Jurnalis Warga)

Dengan meneteskan air mata orang tua Karnita hanya bisa pasrah dengan penyakit anaknya itu...
Pulang Pisau (Antaranews Kalteng) - Karnita, anak berusia 11 tahun warga RT.03 Desa Bahaur Tengah Kecamatan Kahayan Kuala ini hanya bisa terbaring lemah. Penyakit boncor ginjal yang dideritanya telah merenggut keceriaan anak yang masih mengenyam bangku Kelas VI sekolah dasar setempat.

Karnita sudah tidak bisa bersekolah akibat penyakit tersebut. Bukan karena bocor ginjal itu tidak bisa disembuhkan, tetapi biaya pengobatan yang membuat orang tuanya tidak berdaya. Kondisi ekonomi yang tidak mampu membuat nasib Karnita di ujung tanduk dan memerlukan uluran tangan dari berbagai pihak.

Kepala SDN Bahaur Kanan, Sutarto mengungkapkan bahwa Karnita beberapa bulan lalu sudah pernah dibawa ke rumah sakit di Kuala Kapuas. Hasil pengobatan yang dilakukan, membuat Karnita mengalami perubahan dan kesehatannya mulai baik.

"Untuk pengobatan sebenarnya disarankan dilanjutkan ke rumah sakit yang ada di Banjarmasin (Kalimantan Selatan)," kata Sutarto kepada antarakalteng.com

Menurut Sutarto, kini penyakit yang dialami Karnita kambuh lagi. Ketidakberdayaan ekonomi yang dialami orang tuanya membuat Karnita hanya mendapatkan pengobatan sederhana. 

Dengan meneteskan air mata orang tua Karnita hanya bisa pasrah dengan penyakit anaknya itu. Meski sayang orang tua kepada anaknya tidak terbatas, pengobatan yang tidak memadai membuat keselamatan anak ini juga ikut terancam.

"Selaku kepala sekolah, saya juga bingung apa yang harus saya lakukan," terang Sutarto 

Sutarto berharap pihak terkait dan para donatur bisa memberikan perhatian untuk bersama-sama membantu bagi kesembuhan anak ini karena kondisi orangtuanya yang memang kurang mampu, sementara masa depan Karnita masih cukup panjang.

Menurutnya, akibat kambuhnya ginjal Karnita ini, sudah dua bulan anak ini hanya bisa pasrah. Perubahan pada bagian muka, membuat dirinya meminta agar siswi tersebut untuk beristirahat di rumah, tetapi sampai sekarang ini untuk pengobatan masih belum didapatkan.

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar