Mayat tanpa identitas ditemukan di Jalan Desa Pembuang Hulu I

id mayat tanpa identitas, pelres seruyan, warga hanau

Petugas Polsek Hanau saat melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi penemuan mayat tanpa identitas di Desa Pembuang Hulu I, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. (Foto Polres Seruyan)

Kuala Pembuang (Antaranews Kalteng) - Warga Desa Pembuang, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki tanpa identitas tergeletak di tengah jalan.

Kasat Reskrim Polres Seruyan Iptu Wahyu S Budiarjo di Kuala Pembuang, Senin mengatakan, mayat tanpa identitas itu ditemukan warga di Jalan Sepundu Desa Pembuang Hulu I, Kecamatan Hanau.

"Mayat tanpa identitas itu ditemukan warga pada Senin (19/3) sekitar pukul 06.00 WIB," katanya.

Ia menjelaskan, mayat tanpa identitas ditemukan pertama kali oleh Imus (35), warga Desa Pembuang Hulu I saat akan pergi ke kebun yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II.

Pada saat di perjalanan menuju kebun melewati Jalan Sepundu, saksi melihat ada orang mengenakan celana jeans biru baju kaos oblong merah tergeletak di tengah jalan dengan posisi tubuh tengkurap.

"Usai melihat ada yang tergeletak, saksi langsung menghubungi petugas Polsek Hanau. Kemudian petugas Polsek langsung mendatangi lokasi kejadian," katanya.

Ia menambahkan, begitu sampai di lokasi, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti, dan membawa mayat untuk divisum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hanau.

"Sudah dilakukan olah TKP, namun untuk sementara identitas korban masih belum diketahui," katanya.

Dari hasil visum ditemukan cukup banyak luka di bagian tubuh korban, yakni luka di bagian lengan sebelah kanan dan kiri, di bagian keoala depan dan belakang, serta di samping kanan bagian telinga.

"Untuk penyebab kejadian masih belum bisa dipastikan. Entah itu karena tindak kriminal atau karena kecelakaan. Karena itu, kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar