Ekspor Kalteng selama Februari 2018 merosot

id ekspor kalteng,BPS kalteng,ekspor impor

Ilustrasi (istimewa)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor di Provinsi Kalimantan Tengah selama Februari 2018 sebesar 134,04 juta dolar AS, merosot cukup tajam yakni 37,45 persen dibandingkan Januari 2018 yang mencapai 214,30 juta dolar AS.

Walau terjadi kemerosotan nilai ekspor, namun neraca perdagangan provinsi ini dengan negara mitra dagang di luar negeri tetap mengalami surplus 133,16 juta dolar AS, kata Kepala BPS Kalteng Hanif Yahya di Palangka Raya, Jumat.

"Terjadinya surplus ini disebabkan adanya transaksi perdagangan ekspor senilai 134,04 juta dolar AS, namun impornya hanya 0,88 juta dolar AS," tambah dia.

Komoditas andalan ekspor selama Februari 2018 di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila ini masih didominasi bahan bakar mineral yang mencapai 92,01 juta dolar AS, serta kayu dan barang dari kayu sebesar 11,24 juta dolar AS.

Hanif mengatakan untuk komoditas ekspor unggulan Kalteng, yakni lemak dan minyak hewan/nabati menyumbang sekitar 9,79 juta dolar AS, karet dan barang dari karet sebesar 9,38 juta dolar AS, serta biji, kerak dan abu logam berkisar 8,71 juta dolar AS.

Sementara negara mitra dagang utama yang menjadi tujuan ekspor selama Februari 2018 yakni, Jepang sebesar 63,33 juta dolar AS, Tiongkok 30,48 juta dolar AS, dan India sekitar 13,66 juta dolar AS.

"Nilai ekspor yang cukup tinggi ke Negara Pakistan dan Hongkong pada Januari 2018, tidak terjadi selama Februari 2018. Hal itu terlihat nilai ekspor ke Pakistan pada Februari 2018 ini hanya 1,08 juta dolar AS dan ke negara Hongkong sama sekali tidak ada transaksi," bebernya.

Berdasarkan arus lalu lintas transaksi perdagangan luar negeri, kontribusi layanan angkutan laut/udara untuk komoditas ekspor Kalteng masih relatif rendah. Dari keseluruhan transaksi perdagangan ekspor, layanan muat komoditas yang diperdagangkan hanya senilai 26,45 juta dolar atau 19,73 persen selama Februari 2018 dan 70,64 juta dolar atau 20,28 persen selama Januari-Februari 2018.

Kepala BPS Kalteng mengatakan selama Februari 2018, layanan muat komoditas ekspor Kalteng sebagian besar masih dilakukan melalui pelabuhan di provinsi lain, terutama Banjarmasin 210,74 juta dolar AS, dan Soekarno-Hatta 13,91 juta dolar AS.

"Dua bulan terakhir, kontribusi pelabuhan di luar Kalteng masih didominasi Banjarmasin 211,34 juta dolar AS, Soekarno-Hatta 28,24 juta dolar AS, dan Tanjung Perak 28,16 juta dolar AS," demikian Hanif.

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar