Tega! Ayah perkosa anak kandung hingga hamil di Bartim

id hamili anak kandung,ayah hamili anak kandung hingga hamil,bartim,tamiang layang

TN saat disergap tim Satreskrim Polres Bartim, dikediamannya, Jumat (13/4/18) Ist

Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) - Unit PPA Satreskrim Polres Barito Timur, resmi menagkap pelaku berinisial TN yang tega menghamili anak kandungya sendiri, Melati (Nama Samaran), sejak  Jumat (13/04/18) malam setelah diperiksa secara intensif. 

Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Andika Rama, Sabtu mengatakan, tersangka melakukan perbuatan berulang hingga puluhan kali dengan disertai ancaman dan paksaan kepada korban.

"Dilakukan berulang hingga puluhan kali hanya untuk melayani nafsu tersangka," kata Andika Rama.

Polisi mengetahui aksi bejat pelaku, setelah pihak keluarga korban lainnya melaporkan ke aparat kepolisian. Melati kemudian menerangkan aksi perbuatan tidak senonoh ayahnya itu.

Kejadian itu bermula pada tahun 2015, dimana korban bersama sang adik tidur bersama tersangka. Kebetulan rumah yang didiami hanya memiliki satu kamar saja.

Korban pun terbangun saat merasakan ada yang meraba bagian tubuhnya. Ketika terbangun secara sadar, Melati yang saat itu berusuia 17 tahun melihat ayahnya yang melakukan aksi itu. 

Korban tidak berani berteriak karena diancam akan dipukul. Terlebih jika menolak atau melaporkan perbuatan ayahnya kepada orang lain.

Mungkin merasa nafsu sudah memuncak, TN kembali melakukan aksinya dengan mendekap kedua tangan korban. 

Aksi bejat ayah kandung kepad anaknya itu tidak akan terulang lagi setelah TN ditangkap dikediamannya sendiri tanpa perlawanan.

Polisi kemudian melakukan visum et repertum kepada korban dan diketahui mengandung janin dengan usia sekitar 45 hari.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti diantaranya tempat tikar, bantal, guling dan kelambu untuk dijadikan barang bukti.

TN diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan ancaman diatas 6 tahun penjara sebagaimana diatur dalam pasal 81 dan pasal 82 Undang Undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.
 

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar