Ini alasan Pemkab Kotim optimistis perekonomian daerah mereka terus meningkat

id Pemkab kotim optimistis perekonomian daerah terus meningkat,Bappenda kotim,Keuangan,Pemkab kotim

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Marjuki. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah optimistis perekonomian daerah setempat terus meningkat sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Makin banyak investasi besar yang masuk dalam beberapa tahun terakhir dapat menjadi gambaran peningkatan perekonomian Kotawaringin Timur. Kami yakin tren positif ini akan terus terjadi karena potensi daerah ini memang sangat besar," kata Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kotim, Marjuki di Sampit, Minggu.

Perkembangan Kotawaringin Timur dari berbagai sektor cukup pesat, bahkan termasuk yang tertinggi di Kalimantan Tengah. Fenomena ini juga ditangkap sebagai peluang oleh pelaku usaha, sehingga makin banyak yang melakukan ekspansi usaha ke Kotawaringin Timur.

Pemerintah daerah terus membuka diri dan gencar mengajak investor berinvestasi di Kotawaringin Timur. Pemerintah daerah melalui instansi terkait berupaya membantu investor dengan cara mempermudah perizinan, namun dengan tetap merujuk pada aturan yang berlaku.

Menurut Marjuki, kehadiran investor membawa dampak positif yang luas. Tidak hanya dampak langsung terkait operasional perusahaan, seperti penyerapan tenaga kerja, transaksi barang dan jasa dan lainnya tetapi juga sektor lainnya.

"Pemasukan dari sektor pajak dan retribusi daerah, itu sudah tentu. Selain itu, banyak dampak positif lain, seperti tumbuhnya perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan, munculnya peluang usaha baru seperti jasa transportasi, perdagangan dan lainnya. Perusahaan juga tentu akan melakukan kewajiban sosialnya membantu masyarakat dalam hal pendidikan, kesehatan dan infrastruktur," kata Marjuki.

APBD 2018 Kotawaringin Timur ditetapkan sebesar Rp1,7 triliun dengan defisit Rp72 miliar atau 4,27 persen. Pemerintah daerah harus bekerja keras agar bisa mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) yang telah ditetapkan untuk tahun 2018 ini karena cukup besar yaitu Rp234 miliar.

Dibutuhkan dukungan seluruh satuan organisasi perangkat daerah, terlebih instansi yang juga memiliki tugas sebagai pemungut pajak dan retribusi daerah di bidang masing-masing. Pemerintah daerah juga membentuk tim optimalisasi pendapatan daerah yang bertugas mendorong dan mengawal pencapaian target tersebut.

Ada 11 jenis pajak yang diserahkan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Yakni pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, mineral bukan logam dan batuan, air tanah, sarang burung walet, PBB-P2 serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

Sektor pariwisata juga mulai menunjukkan kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah. Sektor ini sangat berpotensi untuk terus dikembangkan menjadi salah satu andalan dalam membantu mendongkrak pendapatan asli daerah, termasuk melalui sektor-sektor ikutannya.

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar