Selain warga, Kapolsek Maliku juga ikut keracunan makanan di kampanye Idham-Jaya

id Kapolsek Maliku keracunan,warga pulpis keracunan,pilkada pulpis, Kapolres Pulang Pisau AKBP Dedy Sumarsono

Kapolres Pulang Pisau AKBP Dedy Sumarsono (kiri) saat didampingi Kasat Reskrim AKP Edia Sutaata. (Foto Antara Kalteng/Adi Waskito/)

... akan tetap bertanggungjawab kepada semua para korban sampai kondisi kesehatannya benar-benar pulih
Pulang Pisau (Antaranews Kalteng) - Kapolres Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, AKBP Dedy Sumarsono SIKMH mengatakan selain masyarakat, Kapolsek Maliku juga mengalami gejala keracunan usai menyantap sedikit makanan pada kegiatan kampanye pasangan salah satu bakal calon bupati dan wakil bupati di Desa Garantung.

"Pada saat itu Kapolsek hanya makan sedikit telur karena ada aroma yang kurang nyaman," kata Dedy Sumarsono di Pulang Pisau, Senin.

Kepada antarakalteng.com, Dedy Sumarsono mengatakan setelah menerima informasi keracunan massal dengan banyaknya korban, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari dirinya sudah memerintahkan Kasatreskrim untuk turun langsung ke TKP. 

Baca juga: Ratusan warga Pulpis keracunan makanan usai kampaye bakal calon

Dedy Sumarsono juga membenarkan bahwa lebih dari 100 korban mengalami gejala keracunan. Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengetahui bahan-bahan apa saja yang digunakan. 

"Masih belum diketahui apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan, tetapi yang utama adalah bagaimana semua korban keracunan ini bisa tertolong" katanya.

Dari informasi sementara yang didapat dari kepolisian setempat, kata Dedy Sumarsono, lokasi atau tempat pembuatan makanan yang kurang higenis.

Selanjutnya, Tim Pemenangan Pasangan H Idham dan Ahmad Jayadikarta (Idham-Jaya), Arief Rahman Hakim saat dikonfirmasi di RSUD Pulang Pisau mengaku bahwa musibah ini terjadi diluar dugaan pihaknya.

Pihak Tim Idham-Jaya akan tetap bertanggungjawab kepada semua para korban sampai kondisi kesehatannya benar-benar pulih.

Baca juga: Warga Panti Asuhan di Kapuas Keracunan Massal

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar