Ini penyebab keracunan massal di Pulang Pisau versi Polisi

id keracunan massal, massa kampanye di pulpis,keracunan makanan

Jumlah pasien yang mengalami keracunan makanan usai menyantap makanan saat kampanye salah satu bakal calon terus bertambah ditangani petugas media RSUD Pulang Pisau. Jumlah korban dengan ruangan yang tidak mencukupi terpaksa membuat beberapa korban keracunan harus dirawat di lantai. (Foto Antara Kalteng/Adi Waskito)

Pulang Pisau (Antaranews Kalteng) -  Kapolres Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, AKBP Dedy Sumarsono SIKMH mengatakan dugaan sementara penyebab keracunan makanan ratusan massa kampanye tertutup salah satu pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati di Desa Garantung Kecamatan Maliku adalah pengolahan makanan yang kurang higienis. 

"Untuk mengetahui pasti apa yang menjadi penyebabnya akan diketahui setelah hasil uji laboratorium keluar, karena sample makanan sudah dibawa untuk diteliti,†terang Dedy Sumarsono, Senin (16/4).

Dikatakan Dedy Sumarsono, dari hasil laporan kepolisian yang ada di TKP, pengolahan makan dilakukan di lokasi yang tidak higienis. Makanan yang terdiri dari nasi dan lauk pauknya itu diolah di tempat bangunan yang tergabung bersama alat-alat dan pupuk pertanian serta tidak jauh dengan ternak.

Untuk sementara ini, kata Dedy Sumarsono, lokasi yang dijadikan tempat mengolah masakan tersebut sudah dipasang garis polisi oleh kepolisian setempat. Polisi juga mengamankan alat-alat yang digunakan untuk mengolah masakan tersebut. 

Selain peralatan yang digunakan memasak, terang Dedy Sumarsono, beberapa bahan makanan juga ikut dijadikan sampel untuk diuji di laboratorium di Palangka Raya.

Baca: Ratusan warga Pulpis keracunan makanan usai kampaye bakal calon

Dari hasil pantauan dan keterangan polisi yang ada di TKP, aroma dalam ruangan untuk memasak juga tidak sedap karena berada bersama pupuk dan alat pertanian. Air yang digunakan ternyata dari air hujan yang sebenarnya masih tidak layak untuk konsumsi dan tempat penampungan air dari bekas kaleng cat.

"Apakah kaleng bekas cat ini pernah digunakan untuk keperluan pertanian, juga belum diketahui secara pasti," terang Dedy Sumarsono.

Kapolsek Maliku yang sebelumnya juga ikut mengkonsumsi makanan saat kampanye itu, terang Dedy Sumarsono, kondisinya mulai membaik. Tidak berbeda dengan warga yang lain, Kapolsek Maliku juga mengalami gejala keracunan seperti pusing dan mual.  

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar