Distan Barut dorong peternak ayam tanam jagung, untuk apa?

id peternak ayam,distan barut, tanaman jagung

Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Setia Budi (kiri) meninjau peternakan ayam petelur di Dusun Parangkampeng Kecamatan Teweh Tengah pekan lalu. (Istimewa)

Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah mendorong peternak ayam petelur di sejumlah desa di kabupaten setempat juga mengembangkan tanaman jagung hybrida untuk pakan ternak.

"Hasil panen tanaman jagung yang melimpah di daerah ini dapat menjadi pakan utama ternak ayam, sehingga biaya produksi bisa ditekan," kata Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi di Muara Teweh, Selasa.

Menurut Budi, pengembangan tanaman jagung oleh peternak ayam ini sebagai bentuk sinergitas antara kebutuhan pakan ternak dan komoditi jagung.

Apalagi saat ini peternak ayam petelur di daerah ini mulai banyak dengan jumlah ternak mencapai ribuan ekor ayam, di antaranya warga di Dusun Parangkampeng Kecamatan Teweh Tengah dengan jumlah ternak ayam mencapai 1.900 ekor ayam.

"Kebutuhan jagung untuk pakan hanya pada satu peternak itu mencapai 3,5 ton jagung dengan produksi telur rata-rata 70 kilogram per hari," katanya.

Selain itu, kata dia, warga lainnya di Desa Batu Raya Kecamatan Gunung Timang yang juga mengembangkan ternak ayam petelur sebanyak 1.600 ekor.Bahkan peternak ayam lainnya juga tersebar di sejumlah tempat yang jumlah mencapai ribuan ekor.

Budi mengatakan prospek tanaman jagung di daerah ini memang sangat baik mengingat selain untuk kebutuhan pakan ternak secara langsung oleh warga juga dijual ke pabrik pengolahan pakan ternak di Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

"Jadi kami mendorong peternak di daerah ini juga agar bisa mengembangkan komoditi tanaman jagung," kata dia.

Dia menjelaskan, produksi tanaman jagung di sejumlah lahan pertanian masyarakat di Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada Januari-Desember 2017 mencapai 61.627 ton dengan luas panen 9.349 hektare.

Luas lahan tanaman jagung varietas hybrida tahun lalu tersebut dengan sasaran mencapai 12.000 hektare diantaranya tersebar di wilayah Kecamatan Teweh Baru, Gunung Timang, Teweh Timur dan Teweh Tengah.

Sentra tanaman jagung tersebut berada di Desa Mampuak Kecamatan Teweh Timur dan Batu Raya Kecamatan Gunung Timang.

"Jagung petani daerah ini dijual untuk kebutuhan bahan baku pabrik pakan ternak di Bati-Bati tersebut mungkin kembali jadi pemasok terbanyak jagung itu dari Barito Utara seperti tahun 2016 lalu" katanya.

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar