Pengiriman sabu 254 gram berhasil digagalkan, tapi pemiliknya kabur

id BNNP kalteng,pengiriman sabu

Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Lilik Heri Setiadi (pegang sabu) didampingi Kepala BNNK Palangka Raya M Soedja'i dan Kabid Pemberantasan BNNK menunjukkan narkoba seberat 254,30 gram sabu hasil tangkapan, Rabu (16/5/18). (Foto Antara Kalteng/Adi Wibowo)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah berhasil menggagalkan pengiriman narkoba jenis sabu melalui jasa ekspedisi Tiki seberat 254,30 gram, yang dibungkus menggunakan kotak abon yang dicampur beberapa makanan lainnya. 

"Sayangnya pemilik barang narkoba sebanyak itu berinisial A (42) kabur, diduga usai mengetahui bahwa perbuatannya itu tercium BNNP setempat," kata Kepala BNNP Kalteng Brigjen Lilik Heri Setiadi di Palangka Raya, Rabu. 

Lilik menegaskan, petugas menyita sabu itu dilakukan di Jalan RTA Milono Km 2,5 Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut pada Jumat (4/5/18) sekitar pukul 10.00 WIB. 

Untuk mengecoh aparat keamanan, sabu itu di simpan dalam makanan ringan yang dipisah menjadi tiga bagian. Sialnya petugas sudah lebih awal mengetahui informasi ada sabu di dalam paket tersebut.

"Di dalam paket abon tersebut terbagi menjadi tiga, masing-masing seberat 100,74 gram, ada yang 101,87 gram dan yang terakhir 51,69 gram sabu," katanya. 

Berhasil menyita sabu tersebut, sayangnya BNNP tidak berhasil menangkap pemilik narkoba tersebut berinisial A, yang saat itu kebetulan tidak ada di tempat dia kerja. 

Meski gagal menangkap A selaku pemilik barang tersebut, pihaknya juga akan mengejar pemilik barang tersebut hingga dapat. 

Pasalnya A kini menjadi DPO aparat setempat karena barang haram tersebut adalah milik A. 

"Untuk saksi dalam perkara ini ada enam orang sopir yang bekerja di CV Adul Jaya Lestari Jalan RTA Milono tersebut," bebernya. 

Ditambahkan Jendral bintang satu tersebut menegaskan, bahwa. Saya barang haram tersebut sengaja didatangkan dari Provinsi Kalimantan Timur dengan tujuan Kota Palangka Raya.

Sedangkan untuk kelima orang saksi hanya dimintai keterangan saja sebagai saksi bahkan tidak dilakukan penahanan. 

"Menurut keterangan ke lima orang saksi itu bahwasanya ke lima orang saksi sering melihat bahwa yang bersangkutan sudah beberapa kali menerima paketan sejenis itu dalam beberapa minggu ini," ucapnya. 

Bermodalkan dari keterangan para saksi yang dimintai keterangan, pihak petugas setempat akan mengembangkan perkara tersebut sehingga tersangka tersebut dapat ditangkap nantinya.

Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar