Pembacok pria paruh baya ditangkap

id pembacok pria paruh baya, polsek pahandut, polres palangka raya

Pembacok pria paruh baya ditangkap

ARB (celana pendek) pelaku penganiaya pria paruh baya di Jalan Bangka Kota Palangka Raya ditangkap di Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (23/518). (Istimewa)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Anggota Polsek Pahandut Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menangkap pelaku pembacokan terhadap pria paruh baya bernama Diso Amey (50) warga Jalan Ahmad Yani, yang bersembunyi di Kabupaten Pulang Pisau.

Pelaku berinisial ARB berumur 17 tahun itu tidak bisa berkutik saat diamankan petugas Polsek Pahandut, saat sedang asyik bekerja sebagai jukir di daerah pasar harian Handep Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau pada hari Rabu (23/5/18).

"Tertangkapnya ARB ini setelah anggota menerima informasi dari keluarganya bahwa pelaku berada di Kabupaten Pulang Pisau," kata Kanit Reskrim Polsek Pahandut, Ipda Rais Fadhilah di Palangka Raya, Kamis. 

Ia mengatakan, kini pelaku penganiaya pria paruh baya di Jalan Bangka pada hari Kamis (17/5/2018), kini sudah mendekam di sel Mapolsek Pahandut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. 

Pelaku juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut, dijerat dengan pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan berat dan ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara. 

"Penangkapan pelaku yang masih di bawah umur ini atas kerja sama antara anggota Polsek Pahandut dan anggota Polres Pulang Pisau. Sedangkan barang bukti sebilah pisau yang digunakan pelaku untuk menganiaya korbannya juga sudah diamankan sebagai barang bukti," ungkap perwira berpangkat balok satu itu. 

Baca: Polisi terus kejar pembacok pria paruh baya di Palangka Raya

Ditambahkannya, belum diketahui secara pasti mengapa pelaku berani melakukan hal tersebut kepada korbannya. Namun diduga kuat pelaku kesal karena dituduh mencuri handphone dan uang milik korban. Padahal yang mengambil barang berharganya milik korban tersebut adalah rekan-rekannya. 

"Nanti penyidik akan tanyakan mengapa ia nekat melakukan hal itu," tandasnya. 

Pewarta :
Editor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar