Polres Kotim antisipasi wisatawan mulai berdatangan di hari Lebaran

id Polres Kotim mengantisipasi wisatawan mulai berdatangan di hari lebaran,Pantai Ujung Pandaran,Wisata

Pantai Ujung Pandaran diprediksi masih menjadi objek wisata Kotawaringin Timur yang paling banyak dikunjungi wisatawan saat libur lebaran nanti. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Polda Kalimantan Tengah mengantisipasi lebih awal peningkatan kunjungan wisatawan pada objek wisata Pantai Ujung Pandaran saat libur Idul Fitri 1439 Hijriah.

"Berdasarkan pengalaman tahun lalu, ternyata masyarakat kita di Sampit ini, hari Lebaran itu pun sudah ada yang berwisata ke Pantai Ujung Pandaran. Mungkin setelah Shalat Idul Fitri dan bersilaturahmi, langsung berwisata. Makanya ini juga harus sudah diantisipasi dari sisi pengamanannya," kata Kapolres AKBP Mohammad Rommel melalui Kepala Bagian Operasional AKP Boni Ariefianto, di Sampit, Rabu.

Saat ini Polres Kotawaringin Timur memfokuskan pengamanan arus mudik. Saat Lebaran, fokus pengamanan beralih ke objek-objek wisata yang biasanya menjadi konsentrasi massa, serta lalu lintas menuju objek wisata tersebut.

Ada beberapa objek wisata atau tempat rekreasi di Kotawaringin Timur, seperti Sampit Waterpark, Ikon Patung Jelawat, Pantai Ujung Pandaran, dan objek lainnya. Namun yang paling favorit adalah Pantai Ujung Pandaran.

Meski objek wisata andalan itu berjarak sekitar 85 kilometer dari pusat Kota Sampit, namun masyarakat selalu antusias berwisata ke tempat itu. Terlebih saat libur Lebaran, biasanya pengunjung bisa mencapai puluhan ribu orang.

Polres akan mendirikan posko di kawasan Pantai Ujung Pandaran. Selain dari Polres Kotawaringin Timur, personel yang akan berjaga di posko itu juga ada yang berasal dari Polsek Jaya Karya.

Objek wisata di kawasan itu berupa wisata pantai, lokasi ziarah, hiburan musik dan rekreasi keluarga.

Berdasarkan data, jumlah pengunjung saat libur Idul Fitri tahun 2017 sekitar 21.000 orang.

Polres juga sudah memetakan potensi kerawanan pada objek wisata tersebut, yakni kecelakaan lalu lintas, pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, orang tenggelam, perkelahian, mabuk-mabukan dan kriminalitas lainnya.

"Langkah yang dilakukan yaitu patroli Satuan Lalu Lintas, penempatan personel pengamanan, berkoordinasi dengan panitia untuk memasang rambu-rambu di tempat-tempat berbahaya dan rawan terbawa arus, serta berkoordinasi dengan Polair untuk melaksanakan patroli air secara rutin," kata Boni.

Saat musim libur Lebaran tahun lalu ada korban jiwa di Pantai Ujung Pandaran. Korban tenggelam itu diduga sebelumnya menggunakan obat terlarang, kemudian tercebur dan tenggelam.

Boni mengimbau masyarakat yang ingin berwisata untuk lebih berhati-hati saat di perjalanan maupun di lokasi wisata. Wisatawan diimbau tidak melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar