Fenomena "serbuan" pencari kerja usai lebaran, begini imbauan Disnakertrans Kotim

id Fenomena serbuan pencari kerja usai lebaran,Disnakertrans Kotim,Sugian Noor

Arus balik lebaran Idul Fitri mulai mengalir di Pelabuhan Sampit, Rabu (20/6/2018). Di saat seperti sekarang, biasanya banyak pencari kerja yang datang ke Kotawaringin Timur. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengantisipasi lonjakan pencari kerja yang datang bersamaan arus balik Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah.

"Kami mengimbau agar perusahaan berhati-hati dalam menerima pekerja, khususnya pekerja nonprosedural. Ini demi kebaikan semua pihak," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotawaringin Timur Sugian Noor di Sampit, Rabu.

Sudah menjadi fenomena tahunan, Kotawaringin Timur kedatangan banyak pencari kerja usai Idul Fitri. Pencari kerja datang dari berbagai wilayah, seperti Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi dan lainnya.

Pencari kerja itu biasanya tertarik mencari pekerjaan di Kotawaringin Timur setelah melihat kerabat atau teman mereka yang dianggap sukses bekerja di Kotawaringin Timur. Saat arus balik Lebaran itulah biasanya mereka ikut bersama kerabat atau rekan mereka yang kembali ke Kotawaringin Timur.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memang tidak boleh melarang siapapun yang ingin mencari pekerjaan di kabupaten itu, selama tidak melanggar aturan. Namun pemerintah daerah merasa perlu melakukan pengawasan demi kepentingan bersama, termasuk para pencari kerja itu sendiri.

Selama ini, hampir setiap tahun ada saja pencari kerja yang mengaku telantar dan meminta bantuan untuk dipulangkan ke daerah asal mereka. Untuk kasus seperti ini, pemerintah daerah harus membantu memfasilitasi kepulangan para pencari kerja tersebut.

Kejadian seperti itu biasanya disebabkan para pencari kerja nekat datang ke Kotawaringin Timur, padahal belum memiliki tujuan jelas ke mana mereka akan bekerja. Akibatnya, setelah belum juga mendapatkan pekerjaan, sementara bekal mereka sudah habis, para pencari kerja tersebut akhirnya telantar dan meminta bantuan untuk pulang ke daerah asal mereka.

Pencari kerja yang ingin mengadu nasib di Kotawaringin Timur disarankan sudah mempunyai kepastian tentang perusahaan yang akan menampung mereka bekerja nantinya. Perekrutan tenaga kerja secara resmi itu juga demi kepastian nasib pekerja karena jika terjadi permasalahan maka perusahaan wajib bertanggung jawab terhadap para pencari kerja, termasuk memulangkan mereka ke daerah asal.

"Sebenarnya, pihak perusahaan seharusnya melaporkan dulu lowongan pekerjaan di perusahaan mereka kepada kami di Disnakertrans, jadi prosesnya sesuai aturan. Tapi ini memang fenomena setiap tahun. Pencari kerja datang dengan ikut pekerja yang pulang kampung lebaran," kata Sugian Noor.

Saat ini perkebunan kelapa sawit merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Setiap tahun ada ribuan tenaga kerja baru yang direkrut oleh perusahaan besar swasta perkebunan kelapa sawit, baik difasilitasi pemerintah daerah melalui AKAD atau angkatan kerja antardaerah, maupun secara mandiri ketika ada pencari kerja yang langsung melamar ke perusahaan.

Perusahaan yang merekrut tenaga kerja baru diimbau untuk melaporkannya ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pengawasan juga akan terus dilakukan demi kelangsungan dan kepentingan perusahaan maupun tenaga kerja.

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar