Libur panjang usai, Wabup Kobar minta petugas murah Senyum

id Kabupaten Kobar,pangkalan bun,wabup kobar,asn pangkalan bun

Wabup Kobar Ahmadi Riansyah (kiri) berdialog dengan petugas Depo Farmasi Rawat Jalan RSUD Sultan Imannudin Pangkalan Bun, di Pangkalan Bun, Kamis (21/6/2018). (foto Antaranews Kalteng/Hendri Gunawan).

Kita harus selalu tersenyum kepada para pegunjung, jangan cuek apalagi sampe menggeluarkan raut wajah masam, ya meski saya tau terkandang petugas juga lelah, tapi harus kita sadari memang itulah tugas dan tanggung jawab kita untuk melayani mereka
Pangkalan Bun (Antaranews Kalteng) - Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Ahmadi Riansyah, menggelar inspeksi mendadak pasca libur panjang lebaran tahun 2018 ke sejumlah pelayanan publik, mulai dari RSUD Sultan Imannudin Pangkalan Bun, Kantor Kelurahan dan Puskesmas setempat, Kamis.

Dalam sidak tersebut Dirinya pun meminta agar para aparatur sipil negara (ASN), khususnya petugas pelayanan, selalu melemparkan senyum kepada setiap pengunjung atau pengguna layanan yang datang ke tempat bertugas.

"Kita harus selalu tersenyum kepada para pegunjung, jangan cuek apalagi sampe menggeluarkan raut wajah masam, ya meski saya tau terkandang petugas juga lelah, tapi harus kita sadari memang itulah tugas dan tanggung jawab kita untuk melayani mereka," ucap Ahmadi.

Dia pun mengapresiasi pasca libur Lebaran Idhul fitri dan cuti bersama usai, semua poli pelayanan dapat dipastikan semua dokternya ada dan siap melayani hanya ada satu tadi poli saraf yang telat hadir keruangan Dokter spesialis sarafnya.

"Tadi saya sempat berdialog dengan beberapa pasien yang ada diruang tunggu poli mereka mengatakan layanan berjalan dengan cukup baik layaknya hari-hari biasa," beber Ahmadi.

Pria yang pernah menjadi Wakil rakyat Kabupaten Kobar ini menyebut kunjungan pasien di RSUD Sultan Imannudin juga luar biasa banyak. Sejak pukul 09.30 WIB hingga saat ini ada sekitar 224 pasien, hal tersebut mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaran cuti bersama yang lumayan panjang serta pacsa berpuasa.

"Biasanya orang setelah sebulan usai berpuasa, makannya jadi tidak terkontrol, semacam balas dendam hingga terkadang timbul keluhan seperti diare, hipertensi dan sebagainya. Jadi, saya minta petugas tetap tersenyum memberikan pelayanan," kata Ahmadi.

Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar