Kinerja Bulog diragukan dalam pengendalian harga daging ayam di Kalteng

id BI Kalteng,Bulog,Kinerja Bulog diragukan dalam pengendalian harga daging ayam di Kalteng

Ilustrasi, (Istimewa)

Peran Bulog selama Lebaran 2018 dianggap telah berhasil mengendalikan dan menstabilkan harga berbagai komoditas, khususnya daging sapi dan beras...
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah Wuryanto menilai, keberadaan kandang penyangga ayam ras dan pasar penyeimbang milik Pemerintah Provinsi Kalteng perlu dievaluasi agar semakin optimal dalam mengendalikan inflasi.

Evaluasi tersebut penting karena harga daging ayam ras sebelum dan sesudah Lebaran 2018 relatif tinggi bahkan nomor dua tertinggi penyumbang inflasi di Kalteng pada Juni 2018, kata Wuryanto di Palangka Raya, Jumat.

"Kami akan mengadakan pertemuan dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengkaji dan membahas apakah mereka dapat berperan mengendalikan harga daging ayam ras. Tapi, sebelum itu, kandang penyangga dan pasar penyeimbang perlu dievaluasi," tambahnya.

Peran Bulog selama Lebaran 2018 dianggap telah berhasil mengendalikan dan menstabilkan harga berbagai komoditas, khususnya daging sapi dan beras. Hal ini membuat keberadaan dan peran Bulog dianggap penting dalam mengendalikan harga daging ayam ras di Provinsi Kalteng.

Dia mengatakan apabila hasil kajian yang telah dilakukan ternyata menunjukkan bahwa Bulog dapat berperan mengendalikan harga daging ayam ras, keberadaan kandang penyangga milik Pemprov sangat dibutuhkan untuk memasok ayam.

"Kandang penyangga yang memasok ayam, Bulog yang mendistribusikannya. Tapi kami belum tahu apakah Bulog bisa berperan dalam mengendalikan harga daging ayam ras ini. Pekan depan kami baru bertemu dan melakukan pengkajian dengan pihak Bulog Kalteng," kata Wuryanto.

Sebelumnya, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Kalteng, Setian mengatakan, pada Juni 2018 konsumsi masyarakat di provinsi ini meningkat, yang tercermin dari peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari 122,95 pada Mei 2018 menjadi 125,14 pada Juni 2018.

Meningkatnya konsumsi masyarakat Kalteng ini mendorong tekanan inflasi sebesar 1,39 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan Mei 2018 sebesar 0,42 persen (mtm). Peningkatan itu pun sejalan dengan meningkatnya level jumlah perputaran uang melalui Kantor Perwakilan BI Kalteng.

"Tercatat selama Juni 2018 arus perputaran uang di Kalteng mencapai sebesar Rp2,60 triliun atau meningkat sebesar 61,12 persen (mtm)," kata Setian. 

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar