Evaluasi Damkar Kotim, kebakaran sering terjadi pada kondisi seperti ini

id Evaluasi Damkar Kotim, kebakaran sering terjadi pada kondisi seperti ini,Dinas Pemadam Kebakarab,Rihel,Api

Api membubung tinggi saat kebakaran rumah dinas guru di Jalan Mandomai Kecamatan Baamang, Sabtu (7/7/2018) lalu. (Foto Jurnalis Warga)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Masyarakar Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap musibah kebakaran karena cukup sering terjadi, khususnya di permukiman penduduk.

"Sejak awal tahun hingga saat ini sudah terjadi 16 kali kebakaran. Ini tentu harus menjadi perhatian kita semua. Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur Rihel, di Sampit, Senin.

Kebakaran di kawasan permukiman sangat ditakutkan, khususnya di kawasan Kota Sampit. Permukiman di kawasan kota cukup padat, sehingga sangat rawan terjadi kebakaran yang dengan cepat meluas.

Hasil evaluasi dari beberapa kejadian, kebakaran banyak terjadi pada rumah kosong, yakni rumah yang sudah lama tidak dihuni maupun rumah yang sedang ditinggal pergi oleh penghuninya.

Rumah yang terbakar umumnya terdiri struktur bangunan kayu. Penyebab kebakaran diduga kuat didominasi oleh hubungan pendek arus listrik atau korsleting.

Sebelumnya, dua kali kebakaran terjadi dalam sepekan, yakni di Jalan Perkutut I, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dan Jalan Mandomai, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang.

Kebakaran di Jalan Perkutut I menghanguskan satu rumah dalam keadaan kosong, karena penghuninya masih mudik Lebaran ke Pulau Jawa.

Sedangkan kebakaran di Jalan Mandomai menghanguskan dua rumah dinas guru dan satu taman kanak-kanak yang sudah lama tidak dimanfaatkan lagi.

Kebakaran pada dua lokasi itu, diduga akibat hubungan pendek arus listrik karena sedang tidak ada penghuninya. Lampu penerangan pun sedang tidak dihidupkan.

Menurut Rihel, hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat untuk melakukan pencegahan kebakaran.

Faktor-faktor yang berpotensi memicu kebakaran, seperti lampu penerangan, arus listrik maupun peralatan memasak, harus diperhatikan agar tidak sampai memicu kebakaran.

"Bangunan yang sudah lama, perlu juga untuk diperiksa jaringan listriknya memastikan semua aman. Kalau ada kabel yang terkelupas, dikhawatirkan bisa memicu menimbulkan api yang memicu kebakaran," kata Rihel lagi.

Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana kebakaran.

Sebelum meninggalkan rumah, warga harus memeriksa kembali peralatan memasak di dapur, penerangan serta peralatan yang menggunakan arus listrik, agar tidak sampai menimbulkan kebakaran.

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar