Waspada, kebakaran lahan mulai terjadi di Sampit

id Waspada, kebakaran lahan mulai terjadi di Sampit,Karhutla,Pemadam kebakaran,Rihel

Personel Polri, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah, bersama-sama memadamkan kebakaran lahan di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (11/7/2018). (Istimewa)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Kebakaran lahan mulai kembali terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diduga imbas intensitas hujan yang terus berkurang.

"Tadi terjadi kebakaran lahan di Jalan Jenderal Sudirman Km 10. Ada dua titik, tapi di satu hamparan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur, Rihel di Sampit, Rabu.

Kebakaran itu terjadi di lahan kosong sisi jalan raya. Petugas mendapat informasi dari masyarakat sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung menuju ke lokasi.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur mengirim satu mobil pemadam kebakaran. Personel dari Polres Kotawaringin Timur juga datang ke lokasi dengan mengerahkan sepeda motor yang dilengkapi mesin pemadam kebakaran.?

Kepala Bagian Operasional Polres Kotawaringin Timur, AKP Boni Ariefianto juga turun ke lokasi. Beberapa anggota TNI dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur juga datang.

Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Kesigapan seluruh anggota tim terpadu menjadi kekuatan besar sehingga bisa mencegah kebakaran meluas.

"Kami mengimbau masyarakat untuk peduli dan ikut mencegah serta menanggulangi kebakaran lahan. Berkurangnya curah hujan membuat potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat sehingga harus kita waspadai," kata Rihel.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur, Muhammad Yusuf mengatakan berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, puncak musim kering diperkirakan terjadi Agustus mendatang.

Masyarakat Kotawaringin Timur harus ikut waspada karena kabupaten ini termasuk daerah yang sangat rawan kebakaran hutan dan lahan.

"Kemarau diprediksi dimulai pada dasarian ketiga Juli ini. Mungkin sekitar tanggal 20 Juli sudah mulai masuk kemarau. Makanya untuk mengantisipasi, rencananya pertengahan Juli ini akan ditetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan," kata Yusuf.

Masyarakat Kotawaringin Timur harus lebih waspada terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terlebih saat kemarau. Luasnya sebaran tanah gambut tebal membuat kebakaran lahan sangat rawan terjadi saat kemarau.

Saat kemarau, tanah gambut sangat kering sehingga mudah terbakar. Ini harus diwaspadai karena gambut yang terbakar sangat sulit dipadamkan karena api terus membakar ke dalam tanah meski api di permukaan tanah sudah padam. 

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar