Ini yang dialami Trump setelah Twitter jalankan kebijakan baru

id trump,twitter,akun pribadi,followers

Donald Trump. (slate.com)

Jakarta (Antaranews Kalteng) - Twitter beberapa hari lalu baru saja memperkenalkajn kebijakan terbaru mereka demi menjaga kenyamanan menggunakan platform tersebut, mereka menghapus akun-akun yang terdeteksi mencurigakan.

Akun mencurigakan tersebut belum tentu dikelola oleh robot, bisa saja manusia namun aktivitasnya dirasa mengkhawatirkan oleh platform mikriblog tersebut, misalnya sering mencuit tautan yang meresahkan.

Penghapusan ini berdampak pada jumlah pengikut, pengguna Twitter mungkin akan mendapati jumlah pengikutnya berkurang, rata-rata menurut Twitter turun empat pengikut.

Tapi, jumlah ini tentu tidak berlaku bagi pesohor yang memiliki banyak pengikut di Twitter, salah satunya Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memiliki jutaan pengikut.

Akun pribadi Trump, menurut laman Slate.com, kehilangan 340 ribu pengikut pada 13 Juli lalu, tidak lama setelah kebijakan tersebut diumumkan. Barack Obama juga mengalami hal serupa, dia kehilangan 400 ribu pengikut di platform itu.

Pengikut akun resmi Twitter disebut turun 7 juta, sedangkan penyanyi Rihanna per 13 Juli lalu kehilangan 2 juta pengikut.
 

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar