Bupati Barsel ajak guru kreatif dan inovatif

id Bupati barsel,guru,inovatif,Android,era digital

Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri saat melakukan penandatanganan pada workshop Satu Guru Satu Komik (Sagusamik) untuk guru PAUD, TK dan RA, serta workshop pembelajaran berbasis android untuk guru SD-SMA sederajat se Barito Selatan, di Buntok, Kamis (9/8)( Foto Antarakalteng/Bayu Ilmiawan).

Buntok (Antaranews Kalteng) - Bupati Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Eddy Raya Samsuri mengajak para guru yang bertugas di daerah setempat untuk lebih kreatif dan inovatif.

"Guru harus mampu memanfaatkan variasi sumber untuk menyusun kegiatan di dalam kelas," katanya saat membuka workshop Satu Guru Satu Komik (Sagusamik) untuk guru PAUD, TK dan RA, serta workshop pembelajaran berbasis android untuk guru SD-SMA sederajat se-Barito Selatan di Buntok, Kamis.

Guru lanjut dia, harus terus meningkatkan kualitasnya supaya lebih profesional dalam mendidik sehingga mereka mampu memotivasi, serta menginspirasi peserta didiknya.

Hal tersebut dengan cara mengoptimalkan teknologi mode pembelajaran sekarang ini yakni dengan blended learning, atau gabungan antara tatap muka tradisional, dan penggunaaan digital online media.

"Karena sekarang ini abad 21 yang mana sudah memasuki era digital, dan komunikasi bisa menggunakan perangkat teknologi canggih, serta internet dalam membantu berkomunikasi," ucap dia.

Seperti lanjut dia, banyak media sosial yang digunakan saat ini sebagai sarana komunikasi melalui smarphone sehingga dengan mudah bisa terhubung ke seluruh dunia.

"Mengingat, guru sebagai pembelajar seumur hidup sehingga perlu mengugrade pengetahuannya dengan banyak membaca, serta berdiskusi dengan pengajar lain, atau bertanya kepada ahli," ujarnya.

Sebab, dengan majunya teknologi saat ini, guru harus terus up to date pengetahuannya, supaya bisa mendampingi peserta didiknya berdasarkan kebutuhan mereka.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan, DR Manat Simanjuntak menyampaikan pada kegiatan ini, guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Taman Kanak-Kanan (TK) Se Barito Selatan dilatih bagaimana cara membuat komik.

"Satu orang guru, baik guru PAUD maupun guru TK, harus bisa membuat satu komik sebagai media untuk mengajar anak-anak PAUD, dan TK," tambah Manat Simanjuntak.

Hal tersebut karena, anak-anak ini masih tidak bisa dipaksakan untuk membaca, akan tetapi dengan melihat gambar pada komik, maka peserta didik bisa mengetahui alur ceritanya.

"Sedangkan untuk pembelajaran berbasis android pada kegiatan ini diperuntukan bagi guru SD, dan guru SMA," tambah dia.

Sebab lanjut dia, saat ini merupakan era digital, dan bahkan beberapa SMK sudah mau dilaksanakannya ujian berbasis android.

Ia berharap dengan adanya pelatihan workshop pembelajaran berbasis android ini, guru-guru bisa memeriksa ulangan siswanya dalam satu kelas hanya dalam satu jam.

"Dengan demikian, tuntutan kurikulum standar kedelapan yakni penilaian akan lebih cepat, dan disamping itu juga melalui kegiatan yang dilaksanakan ini akan menambah kompetensi guru sehingga mereka bisa menjadi terdepan sebagai pendidik di wilayah Barito Selatan ini," demikian kata Manat Simanjuntak.

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar