PDAM Barut catat meteran dengan aplikasi

id Pdam,apilkasi,catat meteran

Petugas baca PDAM Barito Utara memfoto meteran leding yang sudah menggunakan aplikasi di Muara Teweh, Kamis. (Ist)

Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mulai 1 Agustus 2018 menerapkan pencatatan meteran pelanggan dengan sistem aplikasi melalui telepon seluler yang sebelumnya secara manual yakni dicatat petugas di buku.

 "Pencatatan meteran yang baru ini yaitu meteran difoto petugas dan langsung terkirim atau terbaca ke `server` atau kantor Perusahaan Daerah Air Minum dan jumlah pembayaran pelanggan langsung diketahui di sistem itu," kata Direktur PDAM Barito Utara Agus Surjanto di Muara Teweh, Kamis.

Menurut Agus, dengan menggunakan sistem ini pemakaian air langsung bisa dilihat dan petugas pembaca meteran tidak bisa main-main karena sudah dikontrol melalui HP apakah mengecek langsung, dan rekening langsung tercetak.

Aplikasi ini nantinya untuk menjalankan program PDAM dengan sistem pembayaran online (billing sistem) bekerja sama dengan PT Telkom, Masyarakat bisa membayar melalui kantor Telkom dan loket kantor PDAM di Muara Teweh.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan sistem pembayaran online ini dan diharapkan tahun ini juga sudah bisa dilaksanakan," kata Agus.

Agus mengatakan saat ini jumlah pelanggan PDAM di Kabupaten Barito Utara sebanyak 14.207 pelanggan terdiri dari pelanggan di Muara Teweh mencapai 8.782 pelanggan dan ibukota kecamatan (IKK) 5.425 pelanggan.

Untuk melakukan pencatatan meteran ke pelanggan ini pihaknya mempunya tenaga pegawai khusus untuk mencatat meteran ada lima orang yang terbagi di beberapa wilayah.

"Kedepannya program pencatatan meteran dengan aplikasi ini akan diterapkan sampai kecamatan," kata dia.

Melalui sistem ini juga kata dia? para pelanggan tidak perlu khawatir, sebab dalam upaya pelayanan kepada masyarakat, PDAM juga berinovasi. Selain itu, PDAM dalam penerapan ini juga akan melakukan perbaikan.

Selain itu, kita juga melakukan perbaikan sekitar tujuh ribu meteran pelanggan yang hampir mengalami kerusakan. Meteran yang rusak akan susah terbaca oleh sistem tersebut.

"Kami minta para pelanggan agar setiap ada kerusakan meteran PDAM untuk segera melaporkan ke petugas PDAM, kerusakan meteran ini nantinya akan ditindaklanjuti untuk dilakukan penggantian meteran PDAM," ujar Agus.

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar