Pemkab Barut perlebar jembatan gantung Desa Mukut

id jembatan gantung Desa Mukut,pemkab barut,pelebaran

Bupati Barito Utara Nadalsyah dan sejumlah dinas terkait meninjau jembatan gantung di Desa Mukut Kecamatan Lahei, Kamis. (Foto Dinas Kominfo dan Persandian Barito Utara)

Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, merencanakan pelebaran jembatan gantung Desa Mukut Kecamatan Lahei yang melintasi Sungai Mukut (anak Sungai Barito) pada 2019 guna memperlancar transportasi masyarakat setempat keluar.

"Salah satu alasan perluasan jembatan gantung tersebut adalah kebutuhan darurat yang terjadi di masyarakat seperti penanganan evakuasi warga yang sakit ke rumah sakit, ibu melahirkan yang membutuhkan pertolongan darurat serta keadaan lain yang memerlukan akses penanganan cepat dan segera," kata Bupati Barito Utara (Barut) Nadalsyah di Muara Teweh, Jumat.

Menurut Nadalsyah, perluasan jembatan itu hanya prioritas untuk dapat dilalui oleh mobil ambulance. Diharapkan dengan terbukanya akses itu maka berbagai penanganan darurat dapat segera teratasi dengan baik.

"Kami sudah meninjau jembatan gantung di Desa Mukut dan diharapkan dilakukan perencanaan sesegera mungkin oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Barito Utara," katanya.

Keberadaan jembatan itu saat ini memang dikeluhkan warga karena hanya bisa dilewati sepeda motor sehingga perlu dilakukan pelebaran, karena jembatan gantung ini merupakan salah satu akses penghubung yang dimiliki oleh masyarakat desa.

"Dengan dilebarkannya jembatan ini agar mobil dapat melewatinya terutama ambulance dan juga nantinya bisa digunakan untuk memajukan ekonomi desa," kata Nadalsyah.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Barito Utara Fery Kusmiadi melalui Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Bidang Bina Marga, Rody mengatakan jembatan gantung Desa Mukut ini akan dilakukan rehab berat tahun 2019.

Jembatan gantung yang ada sekarang dibangun tahun 2014-2015 berkonstruksi baja dengan lantai kayu ulin sepanjang 100 meter dan lebar 1 meter, renovasi berat nanti lantainya akan diperlebar menjadi 2,5 meter sehingga transportasi roda empat bisa melewati jembatan tersebut.

"Konstruksi jembatan itu nanti tetap menggunakan baja termasuk lantainya juga menggunakan baja dan saat ini kami sedang menghitung dan merencanakan pembangunan yang diharapkan bisa dikerjakan tahun 2019 nanti," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar