Warga Sampit kaget tongkang tabrak kapal dan lanting

id Tongkang tabrak kapal dan lanting warga Sampit,Sungai Mentaya,Polairud Polda Kalteng

Warga melihat kapal dan lanting di salah satu lokasi yang rusak dan tenggelam akibat tabrakan beruntun tongkang bermuatan pasir, Jumat (10/8/2018). Tongkang tersebut sudah ditarik untuk kepentingan penyelidikan. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Sebuah tongkang bermuatan pasir hanyut menghantam sejumlah lanting dan kapal milik warga yang sedang tambat di pinggir Sungai Mentaya Jalan Iskandar, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng.

"Saat kejadian, saya sedang di dalam kapal. Ketika ada yang berteriak, saya langsung lompat keluar dan kapal, lari ke darat," kata Lesa, pemilik salah satu kapal yang dihantam tongkang tersebut di Sampit, Jumat.

Informasi warga, tongkang berisi pasir dari Desa Rasau Tumbuh Kecamatan Kotabesi pada Kamis (9/8) tengah malam dan ditambat di kawasan seberang dengan labuh jangkar dan diikat di sebuah pohon.

Pada Jumat dini hari, nakhoda tugboat menuju Sampit untuk berbelanja kebutuhan sebagai bekal mereka di perjalanan nanti. Diduga saat itulah sungai pasang dan arus deras sehingga pohon tempat ikatan tali tercabut hingga tongkang akhirnya hanyut.

Sekita pukul 04.00 WIB, tongkang terbawa arus ke seberang sungai dan menyisir pinggir sungai kawasan Jalan Iskandar.

Beberapa lanting, perahu, kapal barang, tongkang bahan bakar dan dapur rumah warga rusak akibat dihantam tongkang. Bahkan, sebuah kapal bermuatan batu koral dan satu sepeda motor, tenggelam ke sungai akibat kejadian itu.

Sementara itu, nakhoda tugboat yang mendapat informasi tersebut, langsung datang ke lokasi. Tongkang langsung ditarik dan ditambat kembali di lokasi semula.

"Rumah saya kena bagian dapur dan lanting. Seandainya tidak ada tongkang BBM dan kapal besar yang sedang sandar, mungkin sudah habis semua rumah dan lanting warga dihantam tongkang itu," kata Hj. Murhimah, warga lainnya.

Menurut dia, kejadian serupa pernah terjadi namun tidak sampai separah sekarang. Saat sungai pasang, arus sungai memang sangat deras sehingga sangat mungkin membuat tongkang hanyut.

Belum diketahui total kerugian diderita warga. Namun, diperkirakan mencapai ratusan juta.

Warga berharap perusahaan bertanggung jawab penuh atas kerugian yang diderita warga tersebut.

Direktur Polairud Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol. Badarudin mengatakan bahwa masalah ini masih dalam penyelidikan.

Ia mengatakan bahwa pihaknya masih meminta keterangan warga terkait dengan kronologis kejadian.

"Infonya sementara, tongkang terseret arus. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk kelotok dan lanting yang rusak, nanti kami bantu mediasikan untuk mengganti kerusakan," kata Badarudin.

Saat ini warga masih memperbaiki lanting rusak dan menyelamatkan barang yang masih bisa dimanfaatkan.

Masyarakat menyayangkan pihak perusahaan lalai karena kejadian seperti ini biaa mengancam keselamatan warga.

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar