RAPBD perubahan Kotim 2018 resmi ditetapkan

id rapbd kotim,perubahan kotim,apbd kotim

Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Kalteng Parimus (Kanan) menyerahkan RAPBD Perubahan 2018 yang telah di tetpkan kepada Wakil Bupati Mujammad Taufiq Mukri (kiri). (Foto Antara Kalteng/Untung Setiawan).

Sampit (Antaranews Kalteng) - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah 2018 disepakati dan resmi ditetapkan.

Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Parimus di Sampit, Jumat mengatakan, RAPBD Perubahan 2018 tersebut selanjutnya akan di sahkan untuk menjadi APBD perubahan.

"Berdasarkan kesepakatan tim anggaran eksekutif dan legislatif, struktur RAPBD Perubahan 2018 mengalami pergeseran dari APBD Murni 2018, yakni berkurang," tambahnya.

Meski mengalami penurunan dibandingkan dengan APBD murni, diharapkan tidak akan mengganggu pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan.

Dari sisi pendapatan APBD 2018 sebelum perubahan sebesar Rp1,701 triliun kemudian setelah perubahan sebesar Rp1,661 triliun, atau berkurang sebesar Rp39,188 miliar atau 2,30 persen.

Sedangkan untuk asumsi belanja sebelum perubahan sebesar Rp1,773 triliun, kemudian setelah perubahan sebesar Rp1,848 triliun, bertambah sebesar Rp75,14 miliar atau 4,24 persen.

Kemudian untuk defisit asumsi sebelum perubahan yakni Rp72,666 miliar, setelah perubahan sebesar Rp186,992 miliar, bertambah sebesar Rp114,326 miliar.

"Kami berharap nantinya APBD Perubahan 2018 yang telah disepakati dan ditetapkan bisa memberikan manfaat besar terhadap kesejahteraan masyarakat Kotawaringin Timur," ucapnya.

Lebih lanjut Parimus mengatakan, dalam penggunaan APBD Perubahan Kotawaringin Timur 2018 harus tepat sasaran dan mengutamakan penyelesaian program prioritas yang belum dapat di selesaikan pada APBD murni.

"Serapan APBD Perubahan harus maksimal agar anggaran tidak tersisa. Masih sangat banyak program pembangunan yang perlu dibiayai dan segera diselesaikan," ucapnya. 

Parimus berharap seluruh SOPD dapat melaksanakan program kerjanya secara maksimal, sehingga serapan anggaran bisa lebih baik dibandingkan dengan serapan APBD murni 2018 yang hanya mencapai 43 persen saja. 

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar