25 persen anak di Kalteng sudah diimunisasi MR

id kalimantan tengah,imunisasi mr di kalteng 2018,imunisasi mr 2018,jumlah imunisasi di kalteng,kepala dinkes kalteng

Ilustrasi - Petugas kesehatan memberikan suntikan imunisasi Measleas Rubela (MR) kepada sejumlah murid Sekolah Dasar (SD). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sudah ada.
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Pelaksanaan imunisasi "Measles dan Rubella (MR)" di Provinsi Kalimantan Tengah telah mencakup 25 persen dari 691.363 anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun yang ada di provinsi ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, drg.Yayuk Indriati di Palangka Raya, Rabu mengaku masih ada beberapa sekolah dan orangtua yang menunda pemberian vaksin campak serta rubella itu.

"Penundaan itu karena masih menunggu sertifikasi dari LPP POM MUI. Jadi kami sangat menghormati dan menghargai apabila ada orangtua atau pihak manapun yang menunda pemberian imunisasi MR kepada anak-anaknya," ucap Yayuk saat ditemui di gedung DPRD Kalteng di Palangka Raya, Rabu (15/8/18).

Meski sertifikasi dari LPP POM MUI terkait halal atau tidaknya imunisasi MR sedang dalam proses penerbitan, namun surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sudah ada.

Yayuk menegaskan, pada dasarnya tidak banyak sekolah ataupun orangtua yang menunda atau menolak pemberian imunisasi MR. Hal itu terlihat dari telah 25 persen cakupan pemberian imunisasi MR di provinsi nomor dua terluas di Indonesia ini.

"Kami tidak menganggap orangtua yang menunda anaknya diberikan imunisasi sebagai kendala. Itu lebih kepada prosedur dan kami menghargai sikap itu. Di tingkat nasional juga kan baru 25 persen dari target pemberian imunisasi. Jadi, Kalteng masih sesuai target lah," kata Yayuk.

Belum lama ini, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari, meminta masyarakat di provinsi Kalteng ini tidak meragukan manfaat pemberian imunisasi MR. Sebab, imunisasi itu justru dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penularan virus rubela atau kelumpuhan.

virus rubella penyakit yang masih endemis dan masuk kategori berbahaya. Serangan virus itu dapat menyebabkan kecacatan permanen pada anak.

"Itu kenapa sangat diperlukan program pemberian imunisasi MR," kata Kirana.

Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar