Terduga teroris ditangkap di Palangka Raya direkrut melalui internet

id teroris di palangka raya,teroris di kalteng,cara merekrut teroris palangka raya,kalimantan tengah,wakapolda kalteng

Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah), usai sholat memberikan penjelasan terkait perkembangan terduga teroris yang diamankan di Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu, Rabu (15/8/18). (Foto Antara Kalteng/Adi Wibowo).

seluruh anggota yang berada di setiap wilayah, wajib meningkatkan kewaspadaan, baik ketika berada di Mapolres, Polsek atau sedang menjalankan kedinasannya di suatu wilayah
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Detasemen Khusus 88 Mabes Polri sedang mendalami kebenaran, terduga teroris berinisial LD yang ditangkap di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, direkrut melalui internet.

Pendalaman tersebut dilakukan untuk memastikan apakah benar LD masuk dalam jaringan Ansharut Daulah (JAD), kata Wakil Kepala Polisi Daerah Kalteng, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Palangka Raya, Rabu (15/8/18).

"LD ini kami menduga direkrut melalui internet, dan melihat video di youtube. Kami juga masih mendalami masalah itu, sekaligus mengembangkan jaringannya di Kalteng berada di mana saja," ucap dia.

Perwira bintang satu yang akan menjabat Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri itu menyebut, apabila pihaknya mendapatkan bukti lengkap dari mana terduga teroris ini direkrut, tentunya tim yang saat ini masih bergerak di lapangan akan dibeberkan ke masyarakat mengenai penindakan yang mereka lakukan.

Dia mengatakan, untuk status LD masih sebagai terperiksa karena, petugas masih mencari kawanan jaringan teroris yang diduga kuat masih berada di beberpa daerah di provinsi setempat.

"Kalau alat bukti yang sudah diamankan dari kediaman LD yaitu, sejumlah busur panah, bahan kimia yang digunakan untuk alat peledak, senjata tajam dan sejumlah senjata rakitan yang dibuat secara manual menggunakan paralon," kata Dedi.

Dia mengaku, sesuai arahan Kapolda Kalteng Irjen Pol Anang Revandoko, bahwa seluruh anggota yang berada di setiap wilayah, wajib meningkatkan kewaspadaan, baik ketika berada di Mapolres, Polsek atau sedang menjalankan kedinasannya di suatu wilayah.

"Intinya, tingkatkan kewaspadaan ketika berada di mana pun, karena sasaran teroris adalah anggota. Bahkan kalau perlu bekerjasama dengan masyarakat untuk memerangi yang namanya memberantas teroris di muka bumi ini," demikian Dedi.

Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar