Sering hujan deras, Satgas Karhutla Kotim tetap siaga penuh

id Sering hujan deras, Satgas Karhutla Kotim tetap siaga penuh,Kebakaran lahan,Damkar,Rihel

Dandim 1015 Sampit yang juga Dansatgas Karhutla Kotim Letkol Inf Sumarlin Marzuki bersama anggota Dinas Damkar dan Penyelamatan, saat memadamkan kebakaran gambut di Sampit, beberapa waktu lalu. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kalimantan Tengah tetap disiagakan meski intensitas hujan deras, khususnya di Sampit, mulai meningkat.

"Posko tetap aktif seperti biasanya meski mulai sering hujan. Patroli juga tetap kami lakukan sebagai deteksi dini kemungkinan adanya kebakaran hutan dan lahan di wilayah kita," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Timur, Rihel di Sampit, Jumat.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menetapkan daerah mereka dalam kondisi status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan karena kebakaran lahan saat itu cukup marak. Status ini ditetapkan selama empat bulan sejak 16 Juli lalu hingga 18 November 2018.

Patroli diperbanyak serta mengefektifkan pemadaman dini agar kebakaran hutan dan lahan tidak meluas. Selain itu, juga dilaksanakan berbagai kegiatan seperti penyadartahuan, anjang sana dan lainnya untuk menggugah kepedulian masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

Untuk memudahkan operasional, Posko Induk didirikan di Markas Kodim 1015 Sampit, sedangkan Posko Lapangan didirikan di halaman Museum Kayu. Tim patroli bertugas penuh selama 24 jam dengan tiga kali pergantian kelompok jaga setiap harinya.

Pemerintah daerah juga membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api di 17 kecamatan yang ada di kabupaten ini. Dengan begitu kebakaran hutan dan lahan di seluruh desa bisa terpantau dan dikendalikan.

Kebakaran yang cukup marak membuat pemerintah mengoperasikan dua helikopter pengeboman air untuk memadamkan kebakaran di lokasi-lokasi yang tidak bisa dijangkau melalui jalan darat.

Dua pekan terakhir, hujan deras makin sering terjadi. Kebakaran lahan padam dan titik panas dengan sendirinya hilang, sehingga asap kebakaran lahan tidak sampai muncul.

Status siaga darurat belum dicabut karena perlu melihat lebih jauh kondisi saat ini. Hasil kajian dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, juga akan dijadikan dasar pertimbangan ditemukan.

"Sementara ini kami tetap aktif. Nanti kalau memang dalam minggu kedepan atau bulan depan hujan sudah rutin, maka otomatis tim akan dibubarkan," tambah Rihel.

Kotawaringin Timur termasuk daerah sangat rawan kebakaran hutan dan lahan karena memiliki sebaran gambut tebal cukup luas. Gambut yang terbakar sulit dipadamkan karena api terus membakar ke dalam tanah meski di permukaan sudah padam.

Hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, terdapat 50 desa rawan kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di 17 kecamatan. Desa-desa tersebut menjadi prioritas patroli setiap harinya. 

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar