Polres Bartim bekuk pengedar dan pemakai sabu

id Polres Bartim, Satnarkoba Bartim,AKP Dhani Sutirta,Polres Bartim bekuk pengedar dan pemakai sabu

Lima pelaku narkoba beserta barang bukti yang berhasil ditangkap Satresnarkoba Polres Bartim di Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah pada Jumat (7/9/18) malam. (Ist)

Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) - Kepolisian Resor Barito Timur, Kalimantan Tengah berhasil menangkap lima orang warga yang diduga pemakai dan pengedar narkotika golongan satu jenis sabu-sabu.

"Kelima pelaku warga Kelurahan Ampah, Kecamatan Dusun Tengah masing-masing, Didi (25), Amat Puyau ( 21), Rijani (19), Jaini (22) dan Ajay (24)," kata Kasat Resnarkoba Polres Bartim AKP Dhani Sutirta di Tamiyang Layang, Sabtu.

Perwira menengah Polri ini menjelaskan, penangkapan kelima pelaku dalam waktu yang hampir bersamaan pada Jumat (7/9) malam, berawal dari informasi yang diberikan masyarakat tentang peredaran narkoba oleh Didi yang diduga bertindak sebagai bandar sabu.

"Dalam pengintaian kita menemukan gerakan yang dicurigai sebagai transaksi narkotika antara pelaku Didi kepada Amat Puyau dan Rijani," katanya.

Dari tangan Amat Puyau dan Rijani, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 0,23 gram yang ternyata dipesan oleh pemakai, yakni Jaini dan Ajay yang sudah menunggu di sebuah barak di Kelurahan Ampah Kota.

"Setelah berhasil diamankan, para pelaku ini mengakui bahwa barang haram tersebut didapatkan dari Didi," katanya.

Usai mendapat keterangan dari pelaku, petugas kemudian mendatangi rumah Didi di Jalan Urup Ampah Kota.

"Di kediamannya, Didi diamankan beserta barang bukti tiga paket sabu siap edar beserta uang Rp1 juta yang diduga hasil transaksi sabu," katanya.

Ia menegaskan, para pelaku yang kini masih mendekam di tahanan Mapolres Bartim sudah ditetapkan menjadi tersangka dan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) juncto  Pasal 132 juncto Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Sedang tersangka Didi dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) juncto Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," katanya.

Polres Bartim mengimbau kepada masyarakat untuk terlibat aktif dalam memerangi narkoba, karena tanpa ada dukungan masyarakat peredaran narkoba sangat sulit diberantas. 

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu membantu tugas kepolisian dengan memberikan informasi apabila ada aktivitas mencurigakan, terutama peredaran narkoba yang terjadi di lingkungan sekitarnya masing-masing," katanya.

Pewarta :
Editor: Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar