Kapal besar kandas akibat hulu Sungai Barito surut

id Kapal besar kandas akibat hulu Sungai Barito surut,Tongkang,Alur barito,Tambang

Seorang warga berjalan di sekitar Dermaga di Sungai Barito di wilayah Muara Teweh yang sedang surut, Jumat (14/9/2018). (Foto Antara Kalteng/Kasriadi)

Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Hulu Sungai Barito di kawasan pedalaman Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya, Kalimantan Tengah, kembali surut sehingga sejumlah kapal dan tongkang bertonase besar terperangkap dan tidak bisa berlayar.

"Angkutan angkutan kapal dan tongkang bermuatan batu bara bertonase besar tidak bisa berlayar sejak Kamis (13/9)," kata Kepala UPTD Dermaga Muara Teweh pada Dinas Perhubungan Barito Utara, Muhammad Nurdin melalui petugas pelabuhan Syamsu Rizal di Muara Teweh, Jumat.

Sejumlah kapal tarik atau tunda (tugboat) dan tongkang yang sebelumnya berlayar ke hulu maupun hilir pada saat debit air Sungai Barito naik, kini terpaksa bersandar di beberapa tempat.

Ketinggian air Sungai Barito pada skala tinggi air (STA) Muara Teweh pada Jumat pagi di angka 3,80 meter yang menunjukkan angka tidak aman bagi pelayaran kapal bertonase besar.

"Saat ini sejumlah tongkang kosong dan bermuatan batu bara sudah tidak bisa sehingga mereka bersandar di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito," katanya.

Kondisi air sungai sepanjang 900 kilometer yang hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya dan mengalir ke wilayah selatan di Kalimantan Selatan itu, sekarang sulit diramalkan.

Ia menjelaskan, meski saat ini kemarau namun masih ada hujan turun, kondisi debit Sungai Barito pekan lalu sempat naik sehingga transportasi kapal tonase besar bisa berlayar. Namun kini sudah tidak bisa karena debit air Sungai Barito turun dan kalau di wilayah hulu hujan maka air kembali naik.

"Kami sulit memprediksi kondisi air Sungai Barito," ujarnya.

Meski angkutan kapal dan tongkang bertonase besar tidak bisa berlayar, sejumlah kapal barang dan angkutan penumpang yang tonasenya sedang untuk sementara tidak mengalami kendala.

Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar