Pemkab Kotim didorong sejahterakan guru honor

id dprd kotim,pemkab kotim,guru honor,sejahtera,Pemkab Kotim didorong sejahterakan guru honor

Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sutik. (Foto Antara Kalteng/Untung Setiawan)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sutik mendorong pemerintah kabupaten setempat untuk menyejahterakan guru honor, karena dinilai bebannya juga berat.

"Sudah sewajarnya guru honor yang direkrut oleh pemerintah daerah maupun pihak sekolah dan digaji dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mendapat perhatian pemerintah daerah dengan memberikan kesejahteraan kepada mereka," katanya di Sampit, Kamis.

Menurut Sutik, beban kerja guru honor tidak kalah dengan tenaga pengajar berstatus aparatur sipil negara (ASN). Namun sayangnya kesejahteraan guru honor tidak sama dengan guru berstatus ASN.

"Guru honor ada yang digaji hanya sebesar Rp500.000/bulan. Kondisi itu tentunya sangat memprihatinkan," terangnya.

Sutik mengatakan, perhatian pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama dalam memberikan kesejahteraan kepada mereka.

"Sejak awal kami sudah ingatkan kepada pemerintah daerah agar lebih memperhatikan kesejahteraan guru honor. Kami DPRD siap membantu, terutama dalam penyediaan anggaran," tegasnya.

Sutik juga berharap pemerintah daerah tidak hanya memberikan janji kesejahteraan kepada para guru honor tersebut. Namun status mereka juga harus diperjelas.

"Saya juga sangat setuju jika para guru honor itu kedepannya diangkat menjadi pegawai kontrak," ucapnya.?

Lebih lanjut Sutik mengatakan, berdasarkan laporan data pemerintah daerah saat ini di Kotawaringin Timur jumlah guru kontrak ada 2.671 orang.

"Gaji para guru kontrak tersebut sepenuhnya dibiayai oleh APBD. Dengan perubahan status kami berharap gaji para guru honor tersebut nantinya juga ditanggung oleh APBD," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah saat ini sedang melakukan pendataan terhadap guru honor untuk proses peningkatan status.

"Para guru honor tersebut nantinya akan kita angkat menjadi guru kontrak. Dan pemerintah daerah juga akan memberikan kesejahteraan terhadap guru honor tersebut," jelasnya.

Gaji para gunur honor yang diangkat menjadi guru kontrak tersebut kedepannya akan ditanggung oleh pemerintah daerah dengan pembiayaan dari APBD.

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar