Program Inovasi Desa jadi upaya wujudkan nawacita

id program inovasi desa,nawacita,sekda barsel

Foto Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa Barito Selatan, Akhmad Haitami (Tiga dari kanan) berfoto bersama usai pembukaan sosialisasi penyedia peningkatan kapasitas teknis desa (P2KTD), dan rapat koordinasi tim inovasi kabupaten (TIK) yang berlangsung di aula kantor Bappeda, Kamis (11/10)(Foto Antarakalteng/Bayu Ilmiawan).

Buntok (Antaranews Kalteng) - Program Inovasi Desa di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah merupakan salah satu upaya pemerintah mewujudkan nawacita dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Negara (RPJMN).

"Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa," kata Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Barito Selatan, Akhmad Haitami di Buntok, Kamis.

Hal itu disampaikan pada sosialisasi penyedia peningkatan kapasitas teknis desa (P2KTD), dan rapat koordinasi tim inovasi kabupaten (TIK).

Menurut Haitami, inovasi desa itu untuk meningkatkan kapasitas, dan pengembangan rencana pembangunan tersebut, perlu dilakukan dengan meningkatkan produktifitas masyarakat Desa, dan kemandirian ekonomi.

"Termasuk mempersiapkan sumber daya yang memiliki daya saing," katanya.

Dia mengatakan dalam peningkatan kapasitas desa juga dapat dilaksanakan melalui kegiatan Pengelolaan Pengetahuan Inovasi Desa (PPID) dengan fokus pada bidang pengembangan ekonomi lokal, dan kewirausahaan, serta pengembangan sumber daya manusia, dan infrastruktur Desa.

Karena tujuan dari Program Inovasi Desa (PID) ini untuk mendorong produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi perdesaan, serta membangun kapasitas Desa yang berkelanjutan.

"Itu semua dalam upaya meningkatkan kemandirian, serta kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan," kata dia.

Untuk itu, tambah dia, pihaknya sangat menyambut baik dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, dan melalui kegiatan ini dapat direncanakan dipersiapan pelaksanaan kegiatan bursa inovasi desa yang akan dilaksanakan pada 24-25 Oktober 2018 mendatang.

"Kegiatan ini diikuti 82 peserta yang terdiri dari tim inovasi, pendamping desa, pendamping teknik infrastruktur, dan pendamping lokal desa, dan camat di wilayah setempat," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar