LBI upaya mempertahankan kelangsungan dan kualitas hidup balita, kata Wabup Sukamara

id kabupaten sukamara,pemkab sukamara,sukamara gelar lbi,Wakil Bupati Sukamara,H Ahmadi AH

Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi AH bersama istri saat menyerahkan tropi, piagam dan uang pembinaan kepada pemenang lomba usia 2-5 tahun. (Foto Ist)

Sukamara (Antaranews Kalteng) – Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi AH mengaku rutinnya diselenggarakan lomba balita Indonesia (LBI), sebagai upaya mempertahankan kelangsungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup seorang anak dibawah lima tahun (balita).

"Kualitas hidup anak di sini maksudnya agar dapat mencapai tumbuh kembang secara optimal, baik itu fisik, mental, emosional, dan sosial serta memiliki intelegensi majemuk sesuai dengan potensi genetiknya,” kata Ahmadi usai membuka LBI di Gedung Gawi Berinjam, Kamis.

Menurut dia, ada beberapa perbedaan yang mendasar terhadap anak, salah satunya adalah perbedaan otak. Di mana otak anak balita lebih elastis atau mudah berubah jika dibandingkan otak orang dewasa.

Ahmadi mengatakan otak itu pun mempunyai sisi positif dan sisi negatif. Di mana sisi positif otak balita lebih terbuka untuk belajar dan diperkaya. Namun sisi negatifnya, otak balita lebih peka terhadap lingkungan, terutama yang tidak mendukung termasuk kemiskinan dan stimulasi yang minim.

"Sebagai referensi, saat seorang bayi terlahir di dunia, dia memiliki miliaran sel otak yang siap menerima rangsangan yang mana setiap menit bisa dibangun 2500 sel otak. bahkan beberapa ahli berpendapat bahwa sel otak seorang bayi sebanyak bintang yang bertebaran dilangit. adapula yang menduga bahwa jumlah sel otak lebih dari 100 miliar," beber dia.

Wakil Bupati Sukamara itu mengatakan, meskipun ada miliaran sel dalam otak anak pada awal kelahirannya, tapi tidak semuanya bisa berkembang secara sempurna. Sebab stimulasi yang diberikan sangat berpengaruh pada perkembangan sel otak anak.

Di mana semakin banyak diberikan stimulasi, maka perkembangan sel otak anak akan semakin besar dan sempurna. Begitu juga sebaliknya.

"Jadi, adanya kegiatan LBI ini bukanlah merupakan tujuan akhir dari pelaksanaan asuhan terhadap balita. Tapi lebih jauh diharapkan setelah kegiatan ini akan didapatkan peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku  ibu balita dalam melaksanakan asuhan terhadap balita pada masa yang akan datang," demikian Ahmadi.

Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar