Ini pesan Almutaqim usai ditemukan tewas gantung diri

id tewas gantung diri,Ini pesan almarhum Almutaqim usai ditemukan tewas gantung diri

Mayat korban yang diduga bunuh diri saat dibawa ke RSUD Jaraga Sasameh Buntok.(Foto Antarakalteng/Bayu Ilmiawan).

Buntok (Antaranews Kalteng) - Seorang pemuda Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah bernama Almutaqim Wahyu Saputra (17) warga Jalan Pematang Pungsi RT 28 RW 05 ditemukan tewas gantung diri dengan seutas tali didalam kamarnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Antara, Senin, kejadian yang menggegerkan warga tersebut diketahui sekitar pukul 14.50 WIB.

"Anak saya yang pertama kali melihat korban tergantung didalam kamar," kata tante korban, Mujiati (25).

Setelah diberitahukan, dirinya, bergegas memeriksa dan ternyata keponakannya itu sudah tergantung dengan seutas tali dilehernya.

"Didalam kamar itu, kami menemukan surat yang ditulis korban, yang berisikan keinginan korban untuk tidak merepotkan, dan menyayangi orang tuanya," ucapnya dengan nada sedih.

Menurut dia, keponakannya itu, baru saja menetap di Buntok selama sepuluh hari, dan sebelumnya korban tinggal di wilayah Kabupaten Kapuas bersama orang tuanya.

"Keponakan saya itu baru sepuluh hari tinggal di Buntok, dan sebelumnya tinggal di wilayah Kabupaten Kapuas bersama orang tuanya," ujar Mujiati.

Ia mengatakan, sebelum kejadian itu, dirinya tidak melihat hal yang aneh terhadap korban, karena selama ini korban beraktifitas seperti biasanya.

"Memang dari pagi hingga sore, saya tidak melihat korban, karena korban orangnya pendiam, dan sering berada didalam kamar," kata dia.

Sementara Kapolres Barito Selatan, AKBP Eka Syarif Nugraha Husen saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, dan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan.

"Kita sedang melakukan olah TKP, dan visum untuk memastikan kematian korban, apakah karena bunuh diri atau disebabkan hal lain," kata dia.

Memang korban sempat menuliskan surat wasiat yang intinya mengatakan tidak ingin merepotkan orang tuanya, dan korban juga menyayangi orang tuanya

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar