Pemerintah daerah jangan lemah kepada Pusat, kata Gubernur

id provinsi kalimantan tengah,kalteng,gubernur kalteng,sugianto sabran,appsi di kalteng,ketua appsi

Ketua APPSI Sukarwo (dua dari kiri) didampingi Gubernur Kalteng Sugianto Sabran membuka membuka pra rapat kerja nasional (rakernas) APPSI tahun 2019, di Palangka Raya, Rabu (7/11/18) malam. (Ist)

Kalau dari daerah saja sudah bagus, tentu dampaknya akan secara nasional
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengajak seluruh pemerintah daerah yang tergabung di asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), jangan lemah terhadap pemerintah pusat agar kemajuan pembangunan dapat segera terrealisasi.

Memajukan pembangunan di daerah harus diiringi juga adanya perhatian dari pemerintah pusat secara serius, kata Sugianto saat membuka pra rapat kerja nasional (rakernas) APPSI tahun 2019, di Palangka Raya, Rabu (7/11) malam.

"Jadi, kita tidak boleh lemah dengan pusat. Jangan setengah-setengah. Yang satu ini, harus dipetimbangkan pemerintah provinsi di seluruh Indonesia," tambahnya.

Menurut orang nomor satu di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila itu, keberadaan APPSI mampu menjadi motor penggerak percepatan pembangunan di provinsi, khususunya dari segi kerja sama dalam berbagai bidang.

Dia mengatakan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi harus harus mampu memaksimalkan program pembangunan di daerahnya masing-masing. Untuk itu, keberadaan APPSI punya peran yang cukup strategis menjadi wadah koordinasi antara pemerintah daerah, terutama dalam mengoptimalkan pembangunan yang diinstruksikan pusat.

"Diminta pusat itu bagaimana dari daerah ini pembangunannya bisa cepat. Ya, itu harus kita pikirkan dengan cara koordinasi dengan daerah lain. Kalau dari daerah saja sudah bagus, tentu dampaknya akan secara nasional," kata Sugianto.

Sementara itu, Ketua APPSI Sukarwo menyebut bahwa asosiasi ini dapat menjadi wadah meningkatkan sinergitas provinsi dengan provinsi dan pusat dengan provinsi. Memerhatikan hal tersebut, Pemerintah Provinsi perlu membentuk kekuatan yang besar, dengan koordinasi dari masing-masing pemerintahan dengan bekerja sama dan bersinergi.

"Kerja sama antar provinsi itu maksudnya, pihak-pihak yang ada dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur di semua provinsi dapat saling bertukar ilmu, ketrampilan, dan informasi," kata pria yang menjabat Gubernur Jawa Timur itu.

Pria yang akrab disapai Pakde Karwo menegaskan, kerja sama antra provinsi dapat terwujud dengan mengindari 'ego daerah', karena Tiap provinsi punya kelebihan yang tidak dimiliki provinsi lain, baik dalam produk, komoditas, serta berbagai potensi yang mungkin dibutuhkan provinsi lain.

"Misal Provinsi Kalteng yang memiliki keunggulan perkebunan, pertambangan dan kehutanan. Sedangkan Provinsi DKI Jakarta belum tentu punya keunggulan seperti Kalteng. Itulah kenapa penting soal sinergi itu, agar tahu bagaimana daerah lain menggali potensinya untuk dipelajari," demikian Karwo.

Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar