Pangkalan di Palangka Raya diduga jual elpiji 3kg keluar daerah

id gas elpiji 3kg langka,Pangkalan di Palangka Raya diduga jual elpiji 3kg keluar daerah,Jendri Saipul Damanik

Kabid Perdagangan Disperindag Kota Palangka Raya Jendri Saipul Damanik. (Foto Antara Kalteng/Adi Wibowo)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Dinas Perdagangan dan Industri Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menyebutkan bahwa banyak pangkalan elpiji 3kg yang disubsidi oleh pemerintah di daerah itu dijual keluar daerah. 

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Palangka Raya Jendri Saipul Damanik membenarkan adanya dugaan para pangkalan gas elpiji 3kg di daerah setempat menjual keluar daerah, sehingga menyebabkan kelangkaan serta harga jualnya menjadi tidak normal.

"Seharusnya pangkalan elpiji 3kg tersebut wajib menjual di sekitar lingkungannya saja. Kemudian jatah elpiji yang di suplai dari agen, seharusnya tidak boleh dijual keluar daerah lain karena sudah ada peraturannya," kata Jendri Saipul Damanik di Palangka Raya, Kamis. 

Dia mengatakan, seharusnya para pemilik pangkalan elpiji 3kg itu selalu mendapatkan suplai dari agen sesuai dengan jumlah penduduk yang ada di RT setempat. 

Hal tersebut dilakukan tidak lain agar kebutuhan elpiji 3kg di masyarakat setempat selalu terpenuhi, bahkan tidak pernah mengalami kekosongan. 

"Setiap pangkalan itu selalu ada stok untuk menjual kepada masyarakat yang berada di sekitar pangkalan. Kalau pangkalan megalami kekosongan, hal tersebut wajib dipertanyakan kemana stok elpiji tersebut," katanya. 

Tidak hanya itu, sambung Jendri Saipul Damanik, dugaan penyebab tingginya harga jual gas elpiji 3kg ditingkat eceran. Bahwa pihak pangkalan yang seharusnya menyediakan ketersediaan untuk masyarakat di daerah setempat, malah di jual ke pengecer yang zonanya jauh dari pangkalan tersebut. 

"Hal tersebut juga salah satu penyebab tingginya penjualan harga elpiji 3kg. Seharusnya masyarakat membeli melalui pangkalan dengan harga standar dan tidak beli di eceran dengan harga tinggi," ungkapnya. 

Ditambahkan Jendri Saipul Damanik, sebenarnya hal tersebut bisa saja dilakukan penindakan oleh Disperindag dan tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Palangka Raya. 

Namun saat ini anggaran mengenai penertiban itu pada tahun 2018 ini sama sekali tidak ada, hal tersebutlah jadi instansi terkait tidak bisa berbuat banyak. 

"Anggaran untuk melakukan pengawasan atau penertiban mengenai permasalhan itu pada tahun 2018 ini tidak ada dianggarkan, maka dari itu kita tidak bisa melakukan apa yang menjadi tugas tupoksi kami," tandasnya.

Sekedar informasi, harga elpiji 3kg di Kota Palangka Raya mencapai Rp35.000 sampai Rp70.000.

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar