Dorong pemkab bangun pabrik CPO, Kadin Kotim siap datangkan investor

id Dorong BUMD bangun pabrik CPO, Kadin Kotim siap datangkan investor,Kamar dagang dan industri,Susilo,Sampit,Perkebunan kelapa sawit,Minyak sawit

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kotawaringin Timur, Susilo. (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, mendorong pemerintah daerah setempat membangun pabrik minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) untuk membantu petani.

"Ini peluang ekonomi bagi pemerintah daerah, sekaligus bisa membantu masyarakat menghadapi anjloknya harga sawit seperti sekarang ini. Kadin siap mendatangkan investor untuk pembangunan pabrik CPO serta industri turunannya," ujar Ketua Kadin Kotawaringin Timur Susilo di Sampit, Selasa.

Susilo mengaku prihatin dengan kondisi anjloknya harga sawit karena berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan petani. Harga tandan buah segar kelapa sawit yang biasanya mencapai Rp1.500 /kg, kini anjlok menjadi Rp500 /kg.

Sudah saatnya pemerintah daerah menyikapi situasi seperti ini dengan membuat kebijakan yang dampaknya untuk jangka panjang. Pemerintah kabupaten disarankan membangun pabrik CPO melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), apalagi peraturan daerahnya juga sudah ada.

Pembangunan pabrik CPO oleh pemerintah daerah dinilai sangat wajar karena kabupaten ini merupakan daerah dengan perkebunan kelapa sawit terbesar di Kalimantan Tengah. Tidak berlebihan jika pemerintah juga ikut menangkap peluang itu untuk menambah pendapatan asli daerah.

Secara ekonomi, pabrik CPO yang dibangun pemerintah daerah akan memberikan manfaat langsung yang luar biasa kepada daerah dan masyarakat. Berbeda dengan pabrik milik swasta yang kontribusinya umumnya hanya melalui pajak yang hasilnya harus dibagi pula dengan pemerintah pusat.

Manfaat lain, pabrik CPO milik daerah juga dapat melindungi petani, termasuk saat situasi terpuruk seperti sekarang. Pabrik tersebut bisa terus menampung sawit hasil panen petani sehingga petani tetap mendapat penghasilan.

Selama ini pabrik CPO milik swasta sering menghentikan pembelian sawit hasil kebun rakyat ketika panen sawit di kebun perusahaan mereka melimpah, atau ketika harga sawit sedang anjlok seperti sekarang.

"Saat ini petani sawit kebingungan, bahkan buahpun dibiarkan tidak dipanen karena harga rendah, sementara biaya produksi tinggi. Pemerintah harus cepat memberi jalan keluar. Jangan dibiarkan terjadi gejolak," ujar Susilo.

Susilo meyakinkan, Kotawaringin Timur mempunyai potensi ekonomi yang sangat besar. Banyak investor dari luar daerah yang tertarik berinvestasi di daerah ini. Kini tinggal kejelian pemerintah daerah menangkap peluang-peluang tersebut.

Kadin sudah banyak memfasilitasi investor masuk ke Kotawaringin Timur. Bahkan Kadin juga memfasilitasi terciptanya hubungan bisnis pemerintah daerah dan pelaku usaha di Kotawaringin Timur dengan daerah lain, di antaranya dengan Kediri.

Menurut Susilo, diperlukan figur-figur yang cepat tanggap dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat. Dia yakin Kotawaringin Timur akan makin maju, apalagi jika potensi-potensi yang ada saat ini terus digali dan dikembangkan.

Dirinya secara pribadi dan bersama Kadin, terus berupaya berkontribusi membantu masyarakat dan daerah. Ekonomi kerakyatan juga harus terus didorong agar terwujud percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kotawaringin Timur.

Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar