Jadi pembicara di Malaysia, Yulhaidir paparkan perkebunan sawit berkelanjutan

id Jadi pembicara di Malaysia, Yulhaidir paparkan perkebunan sawit berkelanjutan,Bupati Seruyan,Kuala Pembuang,RSPO

Bupati Seruyan Yulhaidir (menggunakan peci) saat menghadiri pertemuan tahunan ke-16 Roundtable on Sustainable Palm Oil di Sabah, Malaysia, Selasa, (13/11). (Foto Protokol Pemerintah Kabupaten Seruyan)

Kuala Pembuang (Antaranews Kalteng) - Bupati Seruyan Yulhaidir, menjadi salah satu pembicara pada acara pertemuan tahunan ke-16 Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di Sabah, Malaysia pada Selasa (13/11) kemarin.



Yulhaidir menyampaikan tentang perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dan bebas deforestasi. Deforestasi merupakan kegiatan penebangan kayu komersial dalam skala besar.



"Saya ingin perkebunan kelapa sawit dapat dikelola dengan baik dan lebih dikembangkan lagi. Namun semua kegiatan pada sektor ini saya harapkan dapat terbebas dari deforestasi," katanya di Malaysia saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu.



Yulhaidir juga mengulas masalah tenaga kerja yang harus lebih diperhatikan dari sisi kesehatan, keselamatan maupun rekrutmen yang memprioritaskan masyarakat lokal. Kesempatan ini dimanfaatkan Yulhaidir menyampaikan aspirasi masyarakat.



Pihaknya meminta investor memerhatikan warga yang berdomisili di sekitar area perkebunan diprioritaskan untuk diterima bekerja, sehingga mereka mendapatkan manfaat langsung dari kehadiran perusahaan di daerah.



"Kami ingin perusahaan memprioritaskan warga sekitar area perkebunan untuk mendapatkan pekerjaan. Warga yang kami maksud adalah yang terkena dampak langsung terhadap aktivitas perkebunan, baik di ring satu ataupun dua," terangnya.



Kondisi terkini yaitu rendahnya harga buah sawit di Seruyan yang berdampak negatif terhadap kondisi perekonomian masyarakat, juga menjadi masalah yang diungkap Yulhaidir dalam pertemuan itu. Apalagi cukup banyak warga Seruyan yang bekerja sebagai petani kelapa sawit.



Penyampaian masalah tersebut di tingkat internasional, diharapkan memberi dampak positif agar harga jual kelapa sawit dapat kembali normal dan naik. Sehingga aktivitas perekonomian daerah berjalan lancar dan membaik.



Menurut Yulhaidir, banyaknya peserta yang berasal dari berbagai negara, dimanfaatkannya kesempatan tersebut untuk mengenalkan Seruyan secara umum, mulai dari potensi yang dimiliki hingga letak geografisnya.



"Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif kepada masyarakat demi mewujudkan Seruyan yang sejahtera, elok, harmonis, aman dan tenteram," demikian Yulhaidir mengakhiri.


Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar