2 balita korban tabrakan kelotok di Kobar belum ditemukan

id 2 balita korban tabrakan kelotok di Kobar belum ditemukan,korban tabrakan kelotok,kotawaringin barat,pangkalan bun,Pelabuhan Kumai,perairan Tanjung Ap

Sebuah motor Yamaha Mio JT yang berhasil di temukan oleh penyelam tradisional di TKP tabrakan kelotok di DAS Kumai. (Foto Jurnalis Warga)

Pangkalan Bun (Antaranews Kalteng) - Hingga saat ini dua korban tabrakan maut angkutan sungai yang terjadi di Daerah Aliran Sungai Kumai, di perairan Tanjung Api Api, Desa Sei Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (20/11/18) bernama Suman Zaidan Fahrezi berusia (2,6) dan Raihan yang berusia 1 tahun 2 bulan belum berhasil ditemukan oleh sejumlah pihak petugas.

"Kami sekeluarga berharap kepada sejumlah petugas bisa segera menemukan putra kami Raihan," kata orangtua korban Silfia (35) saat ditemui dikediamannya di Jalan Iskandar Gang Hidayah 2 RT 18, Kelurahan Madurejo, Rabu.

Silfia yang selamat dari kejadian nahas itu, masih terlihat lemas dan lesu hingga pandangan pun terlihat kosong akibat taruma yang begitu dalam. 

Keadaan Silfia pun kini masih terbaring diatas kasur dengan beberapa luka dibagian tubuhnya akibat musibah tersebut, walaupun sesekali bangun dimana masih terbayang dan trauma atas kejadian nahas itu.
 
"Saya tidak begitu mengetahui awal mula kejadiannya, tiba tiba saja kelotok yang kami tumpangi tertabrak dan terbalik. Spontan satu tangan saya memegang Raihan dan satunya memegang kebagian kayu kelotok, sehingga kejadian nahas tersebut tidak terelakkan lagi" kata Silfia dengan nada sedih.
 
Salah satu korban selamat Silfia (kiri) dalam tragedi tabrakan kelotok di DAS Kumai yang menewaskan satu anak dan dua anak dinyatakan hilang, terduduk lesu dengan pandangan kosong saat di temui di kediaman orang tua dari suaminya di Pangkalan Bun. (Foto Antara Kalteng/Hendri Gunawan)

Ia menambahkan, kondisi saat itu sangat gelap, begitu kelotok yang di tumpanginya tertabrak dan terbalik, dirinya masuk kedalam air. Sekuat tenaga dia memegang tangan putranya, namun nahas pegangan tersebut terlepas saat ia berusaha mencari pegangan untuk bertahan diatas air.

Dirinya juga menjelaskan saat itu, sesaat sebelum terjadi tabrakan posisi Raihan tengah tertidur di sebelahnya, sementara posisi dirinya duduk berhadapan dengan motoris. Saat itu ia bersama Raihan sengaja menumpang kelotok tersebut untuk mendatangi ayah dan ibunya yang tinggal di Sungai Cabang. 

Baca juga: Tiga anak jadi korban tabrakan kelotok, baru satu jenazah ditemukan

Sementara itu, dua orang yang dinyatakan hilang bernama Suman Zaidan Fahrezi Bin Suman Syarifuddin warga Jalan Keramat RT 12 Kelurahan Kumai Hilir Kecamatan Kumai berusia 2,6 tahun dan Raihan Bin Sapriansyah warga Jalan Iskandar RT 18 Kelurahan Madurejo Pangkalan Bun berusia 1 tahun 2 bulan.

Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Zulkarnaen mengatakan, bahwa dalam kasus ini Polres Kobar bersama Ditpolair Polda Kalteng tengah melakukan join investigasi dan memang sampai saat ini kedua anak yang menjadi korban masih belum ditemukan.

"Sampai hari ini pencarian masih terpusatkan di sepanjang tepian sungai, menyisir daerah aliran sungai Kumai sampai ke tepian pantai Desa Kubu dengan mengunakan 5 buah spetbot," kata Arie. 

Kegiatan pencarian juga di lakukan oleh pihak keluarga korban dengan menggunakan kelotok dan sekaligus melakukan penyelaman ala tradisioanal dimana mereka berhasil mengangkat satu unit sepeda motor jenis Yamaha Mio J dengan nomor polisi KH 5394 WF dari TKP.
 

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar