Tega! Kakek ini diduga cabuli bocah 3 tahun

id Gunung Mas,Kuala Kurun,Asusila,Polres Gumas

Ilustrasi (ist)

Kejadiannya sekitar jam 12.00 WIB dan dilaporkan sekitar jam 19.00 WIB pada Rabu (28/11)
Kuala Kurun (Antaranews Kalteng) - Seorang bocah perempuan berusia 3 tahun di wilayah Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah diduga menjadi korban pelampiasan birahi tetangganya sendiri berinisial SI (62) alias Pak Udin.

“Kejadiannya sekitar jam 12.00 WIB dan dilaporkan sekitar jam 19.00 WIB pada Rabu (28/11) lalu. Telah terjadi dugaan tindak pidana menyetubuhi anak di bawah umur di sebuah rumah milik tersangka,” ucap Kapolres Gumas AKBP Yudi Yuliadin melalui Kasat Reskrim AKP Keris Aji Wibisono kepada awak media, di Kuala Kurun, Jumat.

Kejadian memilukan tersebut, bermula saat Pak Udin pulang dari masjid dan melihat korban ada di rumahnya saat sedang mengganti bajunya. Kemudian tersangka memberi uang sebesar Rp2000 untuk jajan, dan diambil oleh korban.

Kemudian, lanjutnya berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian awal mulanya ketika korban menuju ke belakang rumah dan diikuti oleh tersangka. Entah bagaimana persisnya, Pak Udin langsung memegang tangan korban dan mencium korban.

Setelah itu, korban dibaringkan di rumput hingga perbuatan tercela itu terjadi, dan terhenti ketika ibu korban memanggil-manggil korban yang langsung bergegas pulang.

"Tersangka kami amankan malam itu juga ke Mako Polres Gunung Mas. Sudah ada tiga saksi yuang dimintai keterangan. Modus operandinya, pelaku memberikan uang Rp2000 kepada korban sebagai tipu daya," jelasnya.

Atas perbuatan tercelanya itu, Pak Udin dikenakan Pasal 81 ayat 2 UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang.

Baca juga: Legislator imbau waspadai kejahatan seksual anak

"Ancamannya adalah pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak lima miliar rupiah," sebutnya.

Sementara itu, tetangga korban yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan, sulit percaya bahwa pelaku tega melakukan perbuatan tercela tersebut. Sebab, terduga pelaku sangat dikenal sebagai pria yang santun dan taat beribadah.

"Bapak itu rajin ke masjid dan biasa ngopi bareng kami. Sehingga, sulit untuk percaya bahwa dia melakukan perbuatan itu. Tapi, kami serahkan semua kepada proses hukum saja soal kebenarannya," kata sumber yang berhasil dibincangi Antara Kalteng.

Baca juga: Menyedihkan! Belia ini diduga korban birahi ayah dan calon suami

Pewarta :
Editor: Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar