Enam penderita AIDS ditemukan di Muara Teweh

id Penderita aids di muara teweh,Kasus hiv di barito utara

Plt Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara H Siswandoyo. (Istimewa)

 

  
Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Kalteng selama 2018 menemukan enam kasus penderita HIV/AIDS namun belum masuk kategori risiko tinggi.
          
"Jumlah penderita AIDS didapatkan hanya di dua titik lokasi, yakni lokalisasi dan Lembaga Pemasyarakatan Muara Teweh," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Siswandoyo di Muara Teweh, Selasa.
        
Dia mengatakan bahwa virus yang belum ditemukan obatnya bagi penderita tersebut ditemukan di daerah-daerah rawan, seperti lokalisasi dan lembaga permasyarakatan.
        
Di tempat prostitusi, kata dia, kasus penyakit itu tentunya disebabkan gonta-ganti pasangan, sedangkan di lembaga permasyarakatan biasanya karena terkait dengan bekas pecandu narkoba yang disalurkan lewat jarum suntik yang digunakan secara bergantian selama mengonsumsi.
        
"AIDS juga bisa tertular selain hubungan badan juga bisa lewat cairan tubuh, seperti transfusi darah, cairan serum, juga bisa tertular seperti ciuman bibir bila ada luka," tambah dia. 
  
Dia mengatakan bahwa kasus penderita AIDS ibarat gunung es karena yang diketahui hanya segelintir atau ujungnya, sedangkan di dalamnya belum diketahui. 
  
Sesuai dengan program pemerintah pusat maka pada  2019, semua lokalisasi akan ditutup, termasuk di Kabupaten Barito Utara.
        
Ia menjelaskan kebijakan itu untuk mengurangi penularan penyakit HIV/AIDS.
       
"Kita harapkan para penderita  HIV ini dapat dipantau agar tidak menularkan ke pihak lain atau paling tidak meminimalisir," ujar dia.


Pewarta :
Editor: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar