BKSDA imbau masyarakat tidak menangkap buaya

id BKSDA imbau masyarakat tidak menangkap buaya,Bksda Kalteng,Muriansyah,Kotim,Sampit

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah saat mengevakuasi buaya tangkapan warga Seruyan, belum lama ini. (Foto BKSDA Sampit)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, mengimbau masyarakat di daerah itu untuk tidak menangkap buaya karena dapat membahayakan keselamatan warga.



Komandan BKSDA Pos Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Muriansyah mengatakan, buaya merupakan salah satu satwa yang dilindungi. Untuk itu tidak boleh ditangkap secara sembarangan oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan khusus.



"Dibutuhkan tenaga ahli untuk menangkap buaya tersebut, jadi jika masyarakat sembarangan menangkapnya dapat melakui masyarakat itu sendiri," ujarnya di Sampit, Kamis.



Dikatakannya, imbauan itu sudah sering disampaikan BKSDA. Tujuannya untuk mencegah terjadinya kontak fisik antara manusia dan buaya sehingga tidak ada masyarakat maupun buaya yang terluka.



"Imbauan dan peringatan kami sampaikan secara lisan maupun tertulis. Bahkan di beberapa lokasi rawan serangan buaya juga telah kami pasangi papan pengumuman agar masyarakat bisa berhati-hati dan waspada," ucapnya.



Muriansyah juga mengaku telah mendapat laporan terkait penangkapan buaya oleh warga di Desa Handil Sohor, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Pihaknya telah menghubungi pihak kecamatan setempat, namun sejauh ini belum ada laporan ke kecamatan terkait penangkapan buaya yang dilakukan masyarakat tersebut.



“Kalau memang betul warga Handil Sohor menangkap buaya, seharusnya diserahkan kepada petugas yang berwenang. Buaya merupakan satwa liar yang dilindungi, jangan dipelihara   apalagi dibunuh,” tegasnya.



Informasi penangkapan buaya yang dilakukan oleh warga Desa Handil Sohor sampai saat ini belum jelas keberadaannya. Sejumlah warga setempat mengatakan buaya tersebut dilepaskan kembali ke habitatnya karena masyarakat kebingungan harus diserahkan kepada siapa.



Populasi buaya di Sungai Mentaya dan anak sungainya diperkirakan masih cukup banyak. Serangan buaya terhadap manusia juga masih sering terjadi sehingga membuat masyarakat cemas ketika beraktivitas di sungai.



Setiap tahun hampir selalu ada kejadian buaya menyerang manusia. Bahkan ada korban yang tidak ditemukan hingga saat ini.


Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar