ASN Kobar diminta membawa botol minuman sendiri saat bekerja

id ASN Kobar diminta membawa botol minuman sendiri saat bekerja,Bupati,Kotawaringin barat,Nurhidayah,Sampah plastik

Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah (tiga dari kanan) mengajak jajarannya mengurangi penggunaan botol plastik kemasan air minum saat menggelar Family Gathering Pemkab Kotawaringin Barat pada Senin (31/12/2018) lalu. (Foto Antara Kalteng/Hendri Gunawan)

Pangkalan Bun (Antaranews Kalteng) - Bupati Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah, Hj Nurhidayah meminta aparatur sipil negara membawa botol minum sendiri ketika sedang bekerja sehingga tidak perlu menghasilkan sampah botol plastik bekas minuman.

Imbauan tersebut dilontarkannya saat kegiatan Family Gathering Pemkab Kotawaringin Barat (Bupati, Wakil Bupati beserta jajaran Kepala Dinas) yang digelar di Desa Kumpai Batu Atas Kecamatan Arut Selatan pada Senin (31/12/2018) lalu.

"Untuk mempertegas lagi, selain secara lisan, kami juga akan membuat peraturan bupati (Perbup) tentang masalah ini. Kami minta dari diri kita sendiri dulu, khususnya di jajaran pemerintah daerah dalam melakukan kegiatan rutinitas, baik itu agenda rapat, sosialisasi atau sebagainya serta kegiatan sehari-hari," ucap Nurhidayah saat ditemui di kantornya, Rabu.

Nurhidayah mengatakan, hal tersebut sebagai salah satu langkah kampanye mengurangi sampah plastik serta mendukung program nasional. Seperti diketahui, saat ini Indonesia menjadi negara nomor dua penghasil sampah plastik terbesar setelah China, sehingga ini harus dikurangi.

"Malu juga rasanya. Jadi untuk Kotawaringin Barat, kami mencoba melakukan inovasi perubahan ini dan Insya Allah nantinya kami juga akan melakukan sosialisasi ke masyarakat, tapi paling tidak kami memulai dulu di kalangan kami sebagai contohnya. Memang kalau dilihat tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan," ucap orang nomor satu di Bumi Marunting Batu Aji.

Sementara itu, Ewong salah seorang pegiat lingkungan di Kotawaringin Barat secara pribadi berterima kasih dan mendukung penuh langkah pemerintah daerah mengurangi sampah plastik dengan membatasi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari aparatur pemerintah.

Namun Ewong juga mengkritisi beberapa hal, salah satunya keadaan pasar yang masih menyediakan sekaligus masih membiarkan penggunaan kantong plastik.

"Kami tidak bisa menyalahkan pengguna dari diri kita, jika pasar masih menyediakan kantong plastik. Sekecil apapun barang yang kita beli, plastik (kantong kresek ) tetap digunakan, bahkan bank pun mengunakan kantong plastik kresek untuk membungkus uang," ucap Ewong

Ewong menambahkan, kebiasaan masyarakat harus diubah dari faktor penyedianya dulu. Di luar negeri, kata dia, sudah diberlakukan membungkus mengunakan kertas.

"Berdasarkan pengalaman pernah ke Amerika, dari Texas, LA, California serta San Fransisco, tidak ada sampah plastik yang berserak, sebab sistem kelola daur ulang yang dilakukan pemerintah serta dibantu pihak swasta berjalan baik," katanya.

Ewong menilai, keberadaan Bank Sampah sangat membantu, namun keterbatasan mesin daur ulang dan ketersediaan listrik membuat upaya yang dilakukan belum optimal. Pemerintah diharapkan bisa membantu mengatasi masalah itu.


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar