Minta fogging, ratusan warga Palanga Raya diserang DBD

id warga Palangka Raya minta fogging,DBD Kia,Ratusan warga Palanga Raya diserang DBD,Andjar Hari Purnomo

Ilustrasi - Fogging (Ist)

... dari Januari hingga pertengahan November 2018 tercatat 232 warga terserang DBD. Dari jumlah tersebut enam di antaranya meninggal dunia
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Sejumlah Warga di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah meminta Dinas Kesehatan Kota setempat melakukan pengasapan atau "fogging" untuk mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD).

"Saat ini kita sudah masuk musim hujan. Banyak air mengenang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk DBD. Untuk itu kami minta Dinkes bisa melakukan `fogging` untuk mematikan indukan nyamuk DBD," kata Ronny salah satu warga Palangka Raya, Sabtu.

Dia mengatakan, pada akhir 2018 saat Dinkes "Kota Cantik" gencar melakukan pengasapan, wilayahnya tidak menjadi sasaran program tersebut.

Pria dua anak ini pun mengaku was-was dengan penyebaran DBD meskipun lingkungan di sekiar rumahnya selalu dilakukan pembersihan berkala.

"Mungkin rumah kita sudah bersih dari jentik-jentik, namun karena indukan nyamuk masih berkeliaran bisa saja induk nyamuk DBD itu kembali bertelur," katanya.

Mardiani warga Palangka Raya lainnya juga mengaku risau dengan penyebaran penyakit DBD yang disebabkan gigitan nyamuk dengue itu.

"Apalagi di akhir 2018 lalu di Kota Palangka Raya banyak kasus DBD yang menyerang warga. Untuk itu saya minta di awal tahun ini DBD segera berindak mencegah penyebaran DBD," kata ibu satu anak itu.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, dari Januari hingga pertengahan November 2018 tercatat 232 warga terserang DBD. Dari jumlah tersebut enam di antaranya meninggal dunia.

Sebelumnya Plt Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengatakan peran masyarakat juga menentukan keberhasilan upaya pencegahan penyebaran DDB.

Peran paling sederhana namun efektif yakni dengan membudayakan pola hidup bersih dan sehat (PBHS), melaksanakan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), serta melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"`Fogging` (pengasapan) ini langkah terakhir dilakukan di lokasi yang memang sangat rawan dan sudah endemik DBD. Selain itu pemkot melalui pusat kesehatan juga telah menyediakan obat pembunuh jentik (Abate). Abate ini bisa diambil di puskesmas-puskesmas, dan itu tanpa dipungut biaya," katanya.

Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar