Pelabuhan Perikanan Kumai mampu tingkatkan pendapatan nelayan Kalteng

id provinsi kalimantan tengah,kalteng,dinas kelautan dan perikanan kalteng,darliansyah,pelabuhan perikanan kumai,pelabuhan kalteng

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng Darliansyah (baju putih) memantau pembangunan pelabuhan perikanan kumai, di Kabupaten Kotawaringin Barat, baru-baru ini. (Ist)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Tengah Darliansyah optimis keberadaan pelabuhan perikanan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, mampu meningkatkan pendapatan nelayan di provinsi ini.

Pelabuhan yang pembangunannya dimulai tahun 2017 itu bahkan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan pendapatan asli daerah (PAD), kata Darliasyah di Palangka Raya, Jumat.

"Kami optimis karena fasilitas di Pelabuhan Perikanan Kumai itu cukup banyak dan modern. Dermaga pelabuhan itu mampu menampung sekitar 40 lebih kapal berkapasitas 30 GT. Itu merapat secara bersamaan ya," beber dia.

Selain itu, Pelabuhan Perikanan Kumai tersebut juga dilengkapi Stasiun Pengisian Diesel Nelayan (SPDN), pabrik es, tempat penampungan ikan, pengolahan ikan, pelelangan ikan, menara dan instalasi air, serta lainnya.

Darliasyah mengatakan semua fasilitas yang ada di pelabuhan tersebut sudah dalam kondisi baik, karena dana sekitar Rp29 miliar sejak tahun 2017 hingga 2019 untuk pembangunan dan pembenahannya.

"Gubernur memang ada menyampaikan agar pelabuhan itu aktif paling lambat akhir tahun 2019. Kami yakin keinginan bapak gubernur bisa direalisasikan. Kami terus memantau penyelesaian pembangunannya," tegas dia.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyebut keberadaan Pelabuhan Perikanan Kumai tersebut sangat penting dalam meningkatkan pendapatan nelayan dan pertumbuhan ekonomi serta pendapatan asli daerah (PAD) Kalteng.

"Saya sudah lama mengharapkan nelayan bisa dengan mudah membawa dan menjual hasil tangkapannya. Itulah kenapa saya selalu memantau dan mendorong agar pembangunan Pelabuhan Perikanan Kumai bisa segera diaktifkan," kata Sugianto.

Orang nomor satu di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila itu pun mengingatkan agar nelayan harus lebih diperhatikan, agar keberadaan pelabuhan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya.

"Saya sudah minta paling lambat akhir tahun 2019 ini, Pelabuhan Perikanan Kumai sudah bisa diaktifkan dan dipergunakan nelayan. Saya ingin nelayan cepat-cepat terbantukan," kata Sugianto.

Pewarta :
Editor: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar