Pembagian bibit cabai gratis cegah lonjakan harga

id Pembagian bibit gratis cegah lonjakan harga cabai,Palangka raya,Balai pengembangan produksi benih,Manpul

Kepala Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalteng, Manpul (kanan) saat menyerahkan bibit cabe kepada masyarakat beberapa waktu lalu. (Foto Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Tengah)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, berencana membagikan 15.000 bibit cabaipada April 2019 mendatang untuk mencegah terjadinya lonjakan harga cabai di pasaran, khususnya pada saat hari-hari besar keagamaan.

"Ini merupakan program dari pemerintah pusat yang berhasil kami laksanakan pada tahun 2018 dan kembali dilanjutkan pada tahun 2019," kata Kepala Balai Pengembangan Produksi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Tengah, Manpul di Palangka Raya, Jumat.

September tahun 2018, sebanyak 20.000 bibit cabai dibagikan dengan sasaran utama adalah kelompok tani. Setelah petani terpenuhi, barulah bibit dibagikan kepada masyarakat hingga instansi pemerintahan maupun swasta yang mengajukan permintaan.

Pembagian bibit hanya difokuskan untuk wilayah Palangka Raya dan sekitarnya, sementara kabupaten lain di Kalimantan Tengah dilakukan oleh masing-masing organisasi perangkat daerah yang membidangi.

Pembagian bibit cabai pada tahun 2018 terbukti berhasil mengendalikan harga jual cabai agar tidak melonjak, khususnya pada saat Natal dan tahun baru. Tahun ini pembagian bibit sengaja dilakukan pada April mendatang guna mencegah lonjakan harga pada saat Ramadhan dan lebaran.

"Kalau bibit cabai kami bagikan pada bulan April, diperkirakan beberapa bulan setelahnya yakni bertepatan pada saat Ramadhan akan memasuki masa panen," ujarnya menjelaskan.

Manpul memaparkan, pihaknya sengaja menghitung masa panen agar bertepatan pada hari besar keagamaan, sebab seringkali lonjakan harga kebutuhan pokok terjadi pada momen seperti ini.

Sebelum dibagikan, bibit dibudidayakan secara mandiri oleh pihak balai, melalui tahapan penyemaian hingga bibit memiliki ketinggian sekitar 25 cm. Setelah itu, baru dibagikan kepada pihak-pihak yang sudah terdata dan berhak menerimanya.

Pembagian dilakukan secara berkelompok, seperti kelompok tani maupun instansi. Sementara untuk masyarakat umum yang ingin menerima bibit, harus mengajukan permohonan resmi melalui rukun tetangga di lingkungannya.

"Satu kelompok tani mendapatkan sekitar 250 polibek bibit cabe, sementara untuk satu orang dari kalangan masyarakat umum maksimal dapat menerima 10 polibek bibit cabe," tutur Manpul.


Pewarta :
Editor: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar